Site icon aviNews, la revista global de avicultura

Dewi Shri Farmindo akuisisi RPA di Cikarang demi perkuat rantai pasok

Escrito por: aviNews Indonesia
PDF

Dewi Shri Farmindo mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi rumah potong ayam (RPA). Aksi korporasi ini telah memasuki tahap akhir proses transaksi.

Fasilitas pemotongan ayam itu berlokasi di kawasan Cikarang dan berdiri di atas lahan sekitar 1,5 hektar dengan kapasitas pemotongan hingga 15.000 ekor ayam per hari.

Aditiya Fajar Junus, Direktur Utama Dewi Shri Farmindo, menjelaskan bahwa akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir di industri perunggasan.

RPA dan fasilitas pendukung terintegrasi

Kepemilikan RPA akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka peluang diversifikasi usaha melalui pengolahan produk unggas bernilai tambah.

Dengan RPA tersebut, proses pemotongan dan pengolahan ayam dapat dilakukan secara lebih terstandarisasi, higienis, dan memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Dari sisi perizinan, RPA tersebut telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi dan Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia.

RPA tersebut juga telah memperoleh Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang menandakan fasilitas tersebut memenuhi standar higienitas, sanitasi, dan keamanan pangan sehingga siap beroperasi secara komersial.

Dewi Shri Farmindo juga berencana mengembangkan berbagai fasilitas pendukung terintegrasi di lokasi tersebut. Mulai dari area penirisan ayam, fasilitas pembersihan jeroan, cold storage, blast freezer, mesin marinasi, chiller hingga fasilitas pengolahan lanjut untuk mendukung produksi berbagai produk olahan unggas.

Pengembangan fasilitas terintegrasi ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pembangunan pabrik pengolahan makanan beku

Tidak hanya itu, Dewi Shri Farmindo juga menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan makanan beku yang akan memanfaatkan pasokan bahan baku dari RPA tersebut.

Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memperluas portofolio produk perseroan, khususnya pada segmen ayam olahan beku yang permintaannya terus meningkat di pasar domestik.

Langkah hilirisasi untuk nilai tambah

Manajemen Dewi Shri Farmindo menilai langkah hilirisasi ini berpotensi meningkatkan nilai tambah produk sekitar 10-20% dibanding jika perseroan hanya menjual karkas ayam.

Dengan kenaikan nilai tambah itu, perseroan berkomitmen menyediakan produk protein hewani berkualitas, aman dikonsumsi, dan mudah diakses.

Manajemen perseroan berharap akuisisi, dan pengembangan fasilitas terintegrasi tersebut memberi nilai tambah bagi perusahaan melalui diversifikasi produk sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok, sehingga mampu mendorong pertumbuhan usaha lebih berkelanjutan.

PDF
Exit mobile version