Site icon aviNews, la revista global de avicultura

Fitch Ratings tetapkan peringkat Japfa Comfeed Indonesia di level B+

Escrito por: aviNews Indonesia
PDF

Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings menempatkan peringkat jangka panjang Japfa Comfeed Indonesia pada level B+ dengan status Rating Watch Positive (RWP).

Selain itu, Fitch Ratings Indonesia juga menempatkan peringkat nasional perusahaan unggas ini di level A(idn) dengan status yang sama.

Berdasarkan hasil riset Fitch Ratings, tindakan pemeringkatan tersebut dilakukan setelah adanya pengumuman rencana penerbitan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat yang akan dilakukan induk usaha Japfa Comfeed Indonesia, yakni Japfa Pte Ltd.

Fitch Ratings menilai, penerbitan tersebut berpotensi meningkatkan transparansi keuangan induk usaha yang sebelumnya melemah, setelah proses privatisasi pada 2025.

Lembaga pemeringkat ini juga menyebutkan akan menyelesaikan status RWP dan menaikkan peringkat Japfa Comfeed Indonesia setelah obligasi tersebut berhasil diterbitkan.

Perkiraan kinerja keuangan

Lebih lanjut Fitch Ratings memperkirakan kinerja keuangan Japfa Comfeed Indonesia akan mengalami moderasi setelah mencapai level tertinggi pada 2025.

Namun, rasio leverage bersih berbasis EBITDA, setelah konsolidasi proporsional sejumlah entitas anak, diproyeksikan tetap rendah di kisaran 2 kali dalam jangka menengah, dibandingkan 1,1 kali pada 2025.

Penerbitan obligasi yang dilakukan induk usaha juga diharapkan memperjelas tata kelola maupun kebijakan keuangan yang sebelumnya kurang transparan pasca privatisasi.

Perbaikan profil induk usaha turut didukung penguatan operasi di Vietnam dalam dua tahun terakhir.

Kinerja tersebut dinilai akan mengurangi tekanan terhadap Japfa Comfeed Indonesia untuk mengalirkan dana ke induk.

Operasi Vietnam yang menyumbang 20% terhadap EBITDA induk pada periode 2024-2025 berhasil pulih dari kerugian di 2022 hingga 2023, seiring peningkatan integrasi operasional, penguatan biosekuriti dan penurunan harga bahan baku.

Fitch Ratings juga menilai perbaikan tersebut dapat menekan volatilitas pendapatan akibat potensi wabah African swine fever.

Hubungan antara Japfa Comfeed Indonesia dan Japfa Pte Ltd dinilai tetap memiliki profil kredit mandiri yang setara dan diperingkat secara independen.

Setelah penerbitan obligasi Japfa Pte Ltd, Fitch Ratings memperkirakan profil kredit mandiri Japfa Comfeed Indonesia berpotensi meningkat.

Struktur pendanaan

Saat ini struktur pendanaan Japfa Comfeed Indonesia didominasi pinjaman bank, setelah refinancing obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat yang jatuh tempo pada Maret 2026.

Fitch Ratings beranggapan, struktur ini memberikan fleksibilitas lebih tinggi karena pembatasan terhadap pembayaran dividen dan transaksi afiliasi relatif lebih longgar, sehingga menghasilkan penilaian ring-fencing yang terbuka.

Sisi operasional

Pada sisi operasional, Fitch Ratings memperkirakan, margin EBITDA akan menurun dan stabil di bawah 9% mulai 2026 dari 12% pada 2025.

Penurunan ini dipicu kenaikan biaya bahan baku dan potensi pelemahan permintaan akibat tekanan inflasi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, Japfa Comfeed Indonesia dinilai masih memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan komposisi pakan dan meneruskan sebagian kenaikan biaya kepada pelanggan.

Harga bahan baku diperkirakan tetap berada di bawah puncak yang terjadi pada periode 2022 hingga 2023.

Peningkatan belanja modal

Japfa Comfeed Indonesia juga berencana meningkatkan belanja modal menjadi Rp 10 triliun di sepanjang 2026 hingga 2029, atau lebih tinggi dari Rp 2,7 triliun pada 2025.

Investasi ini mencakup kebutuhan pemeliharaan rutin, serta ekspansi untuk modernisasi fasilitas dan pembangunan silo.

Fitch Ratings menilai sebagian belanja ekspansi dapat ditunda apabila kondisi pasar memburuk, sementara itu pendanaan diperkirakan lebih banyak bersumber dari arus kas internal dengan ketergantungan terbatas pada pembiayaan eksternal.

Model bisnis Japfa Comfeed Indonesia yang terintegrasi secara vertikal dinilai menjadi faktor penopang stabilitas kinerja. Segmen hulu, khususnya pakan ternak, memungkinkan perusahaan meneruskan sebagian kenaikan biaya kepada pasar.

Pada 2025, margin operasional pakan unggas tercatat sebesar 8,7% atau meningkat dari 7,1% pada 2024, sedangkan segmen peternakan komersial mencatat peningkatan margin yang signifikan seiring tingginya permintaan.

Fitch Ratings menegaskan bahwa peringkat ‘A’ dalam skala nasional mencerminkan tingkat risiko gagal bayar yang relatif rendah dibandingkan dengan penerbit lain dalam negara yang sama.

PDF
Exit mobile version