Japfa Comfeed Indonesia membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang periode Januari hingga September 2025.
Perusahaan agri-pangan terpadu ini mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,41 triliun hingga kuartal III-2025, meningkat 15,05% secara tahunan.
Kenaikan laba ini ditopang pertumbuhan penjualan pada seluruh segmen usaha.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru perseroan:
- Penjualan neto Japfa Comfeed Indonesia pada periode tersebut mencapai Rp 43,10 triliun, atau naik 4,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 41,28 triliun.
- Secara total, penjualan bruto mencapai Rp 44,00 triliun, dikurangi potongan penjualan Rp 896,99 miliar sehingga menghasilkan penjualan neto Rp 43,10 triliun.
- Penjualan segmen pakan ternak menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 17,29 triliun, tumbuh 1,22% secara tahunan dan menyumbang 40,1% dari total penjualan neto.
- Segmen makanan olahan berbasis unggas mencatat pertumbuhan 1,16% secara tahunan menjadi Rp 11,17 triliun, berkontribusi 25,9% terhadap penjualan.
- Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen pengolahan hasil ternak yang naik 20,72% secara tahunan dari Rp 6,39 triliun menjadi Rp 7,72 triliun.
- Segmen lainnya turut mencatat kenaikan, yaitu budidaya perairan Rp 3,68 triliun (naik 5,14% secara tahunan), pembibitan unggas Rp 2,46 triliun (naik 2,98% secara tahunan), dan perdagangan lainnya Rp 1,67 triliun (naik 7,97% secara tahunan).
Rincian beban
Dari sisi beban pokok penjualan, bahan baku menyumbang porsi terbesar sebesar Rp 27,46 triliun, naik 2,61% secara tahunan atau 79,86% dari total beban pokok.
Beban pabrikasi meningkat 10,62% secara tahunan menjadi Rp 5,24 triliun, dengan kontribusi 15,25%.
Rincian laba
Dengan demikian, laba bruto perseroan pada kuartal III-2025 tercatat Rp 8,71 triliun, tumbuh 9,71% secara tahunan dari Rp 7,94 triliun pada periode sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, laba periode berjalan mencapai Rp 2,63 triliun atau naik 17,29% secara tahunan dari Rp 2,24 triliun.
Peningkatan laba tidak hanya didorong pertumbuhan pendapatan, tetapi juga kontribusi bagian laba ventura bersama yang mencapai Rp 7,01 miliar, berbalik positif dari rugi Rp 2,39 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, beban keuangan turun menjadi Rp 599,56 miliar dari Rp 656,38 miliar pada Januari-September 2024, turut mendukung penguatan laba.
Dari laba periode berjalan tersebut, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 2,41 triliun, naik 15,05% secara tahunan dari Rp 2,09 triliun pada periode sebelumnya.

