Malindo Feedmill berhasil mencapai nilai penjualan bersih di 2025 sebesar Rp 12,69 triliun, meningkat 1,52% dibandingkan 2024, berdasarkan rilis resmi perusahaan yang disampaikan kepada aviNews Indonesia.
Peningkatan penjualan ini terutama didorong oleh:
- penjualan ayam pedaging yang naik Rp 432,53 miliar (+18,75%)
- penjualan makanan olahan yang naik Rp 16,64 miliar (+12,94%)
- penjualan lain-lain yang naik Rp 31,39 miliar (+6,12%)
Perusahaan mencatat laba bruto Rp 1,29 triliun di 2025, sementara laba tahun berjalan tercatat Rp 393,59 miliar dan laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp 395,08 miliar.
Kinerja keuangan perusahaan yang positif ini diperkuat dengan:
- jumlah aset: Rp 5,70 triliun
- jumlah liabilitas: Rp 2,31 triliun
- dana syirkah temporer: Rp 518,09 miliar
- jumlah ekuitas: Rp 2,88 triliun
Performa keuangan di kuartal I-2026
Penjualan bersih Malindo Feedmill mencapai Rp 3,69 triliun pada kuartal I-2026, naik 16,61% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
- Penjualan pakan ternak naik Rp 206,91 miliar (+10,92%)
- Penjualan anak ayam/itik usia sehari naik Rp 330,63 miliar (+69,20%) – dari Rp 477,77 miliar menjadi Rp 808,39 miliar
- Penjualan ayam pedaging turun Rp 15,91 miliar (-2,49%)
- Penjualan makanan olahan naik Rp 5,83 miliar (+16,81%)
- Penjualan lain-lain turun Rp 604 juta (-0,48%)
Laba kotor perusahaan di kuartal I-2026 naik 22,79% menjadi Rp 402,73 miliar. Peningkatan laba kotor ini mendorong peningkatan laba bersih dari Rp 62,88 miliar di kuartal I-2025 menjadi Rp 123,28 miliar di kuartal I-2026.
Faktor utama kenaikan peningkatan laba tersebut adalah karena harga anak ayam umur sehari (DOC) dan ayam pedaging yang cenderung stabil.
Kendala yang dihadapi perusahaan:
- Fluktuasi harga ayam hidup dan DOC akibat dinamika suplai dan permintaan
- Volatilitas harga bahan baku utama dan kurs valuta asing
- Tekanan efisiensi di tengah persaingan industri yang ketat
Strategi perusahaan di 2026:
- Memperkuat efisiensi operasional dan manajemen biaya
- Melanjutkan pembangunan panel surya untuk meningkatkan efisiensi energi dan mendukung keberlanjutan operasional
- Mengoptimalkan utilisasi bahan baku dan formulasi pakan
- Memanfaatkan potensi pertumbuhan permintaan domestik dan ekspor
- Melanjutkan digitalisasi dan peningkatan produktivitas operasional

