Site icon aviNews, la revista global de avicultura

Bapanas pastikan pemerintah intervensi harga daging dan telur ayam demi cegah deflasi

Escrito por: aviNews Indonesia
PDF

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus melakukan intervensi harga dari hulu hingga hilir guna mencegah deflasi lebih dalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras di tingkat peternak nasional.

I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan di Bapanas, mengatakan langkah intervensi dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga agar tetap wajar bagi peternak maupun konsumen di tengah penurunan harga saat ini.

“Supaya tak terjadi deflasi yang dalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, pemerintah terus bergerak melaksanakan intervensi mulai dari hulu sampai hilir,” kata Ketut seperti dikutip oleh Antara.

Menurut Bapanas, harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak telah berada sekitar 8% di bawah harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut mulai dikeluhkan para peternak karena dapat menekan keuntungan usaha mereka.

Pemerintah pun berupaya mengembalikan harga ke level yang lebih wajar melalui berbagai langkah stabilisasi agar produksi peternakan nasional tetap terjaga dan peternak tidak mengalami kerugian berkepanjangan.

Selain menjaga keseimbangan harga, intervensi tersebut juga dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan nasional serta menghindari tekanan deflasi yang lebih dalam pada kelompok komoditas pangan strategis.

“Teman-teman peternak sudah berteriak. Kami akan dorong untuk mengembalikan ke harga yang wajar. Harga di bawah HAP ini harus naikkan lagi yang tentu akan berdampak pada Indeks Perkembangan Harga (IPH),” jelas Ketut.

Dalam pantauan harga di tingkat produsen sampai 17 Mei 2026, lanjut Ketut, rata-rata harga secara nasional untuk ayam pedaging hidup berada di Rp 22.783 per kg atau 8,87% di bawah HAP yang ditetapkan di Rp 25.000 per kg. Sementara telur ayam ras berada di Rp 24.356 per kg atau 8,09% di bawah HAP Rp 26.500 per kg.

Ia menegaskan, prinsip keseimbangan dan kewajaran harga dalam rantai pasok pangan diutamakan pemerintah untuk menjaga produksi dalam negeri terus terjaga. Sementara level harga di konsumen juga tidak boleh melampaui HAP yang sudah ditetapkan.

Sinergi dengan berbagai institusi

Katut mengaku Bapanas segera bersinergi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kementerian Pertanian dalam rangka menstabilkan kembali harga telur ayam ras di tingkat produsen.

Selain itu, Bapanas juga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk bisa menyerap langsung komoditas tersebut ke peternak.

“Jangan sampai harga sudah terlanjur di bawah, nanti malah terjadi demo dan lain sebagainya,” ucap Ketut.

Lebih lanjut, ia menyatakan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman telah menandatangani pendistribusian program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung pakan untuk membantu peternak menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Program itu merupakan upaya pemerintah menjaga stabilisasi karena harga jagung di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp 6.700 per kg, sementara jagung SPHP disalurkan dengan harga sekitar Rp 5.000 per kg sehingga peternak masih dapat memperoleh keuntungan yang wajar.

“Dengan bantuan SPHP jagung ini, mereka bisa menikmati keuntungan yang masih wajar,” tambah Ketut.

Bapanas menetapkan harga jagung pakan program SPHP sebesar Rp 5.000 per kg dengan pengambilan di gudang Bulog dan harga maksimal di Rp 5.500 per kg di tingkat peternak.

Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian. Hingga 17 Mei 2026, Bulog telah menyalurkan SPHP jagung pakan hingga 5.970 ton dari target salur 213.200 ton.

Stok cadangan jagung pemerintah (CJP) per 18 Mei 2026 berada di angka 234.000 ton. Secara beriringan, Bapanas memastikan Bulog terus melakukan penyerapan jagung produksi dalam negeri yang capaiannya telah menyentuh 194.200 ton sejak awal tahun 2026 sampai 18 Mei 2026.

Program intervensi pangan

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan kepada para awak media bahwa implementasi program intervensi pangan sudah berjalan cukup baik.

“Daging ayam ras relatif terkendali. 232 daerah mengalami penurunan. Intervensi dari Bulog, Bapanas dan Kementerian Pertanian sudah cukup baik,” kata Tito.

Dalam data perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Mei, daging ayam ras mencatatkan penurunan IPH pada 232 kabupaten/kota. Sementara telur ayam ras lebih banyak lagi dengan penurunan IPH pada 246 kabupaten/kota. Kedua produk ternak unggas tersebut memang mencatatkan deflasi pada April lalu.

PDF
Exit mobile version