Site icon aviNews, la revista global de avicultura

Charoen Pokphand Indonesia cetak laba Rp 5,64 triliun di 2025

Escrito por: aviNews Indonesia
PDF

Charoen Pokphand Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp 5,64 triliun di 2025. Angka ini melonjak 52% dibandingkan laba bersih sebesar Rp 3,71 triliun di 2024.

Perseroan juga mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 70,70 triliun di 2025. Realisasi ini meningkat 4,78% dibandingkan penjualan sebesar Rp 67,47 triliun di 2024.

Pendapatan per segmen usaha

Berdasarkan segmen usaha:

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan Charoen Pokphand Indonesia juga meningkat di 2025. Nilainya tercatat sebesar Rp 58,28 triliun, naik tipis 2,14% dibandingkan Rp 57,05 triliun pada tahun sebelumnya.

Dengan demikian, perseroan membukukan laba bruto sebesar Rp 12,42 triliun di 2025. Capaian ini meningkat 19,19% dibandingkan laba bruto sebesar Rp 10,42 triliun di 2024.

Kenaikan pos-pos beban

Di sisi lain, sejumlah pos beban Charoen Pokphand Indonesia mengalami kenaikan:

Meski demikian, beban operasi lainnya justru menurun menjadi Rp 283,81 miliar dari Rp 391,83 miliar pada 2024.

Peningkatan laba

Charoen Pokphand Indonesia mencatatkan peningkatan laba dari perubahan nilai wajar aset biologis menjadi Rp 469,39 miliar, dibandingkan Rp 294,31 miliar pada tahun sebelumnya.

Selain itu, penghasilan operasi lainnya meningkat menjadi Rp 373,36 miliar dari Rp 295,26 miliar.

Kondisi ini mendorong laba usaha perseroan melonjak 35,83% menjadi Rp 8,12 triliun di 2025, dibandingkan Rp 5,98 triliun pada 2024.

Dari sisi pembiayaan, beban keuangan perseroan berhasil ditekan menjadi Rp 559,84 miliar dari Rp 731,65 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan juga mencatatkan laba selisih kurs sebesar Rp 22,87 miliar, berbalik dari rugi selisih kurs Rp 43,37 miliar pada 2024.

Selain itu, penghasilan keuangan meningkat signifikan menjadi Rp 116,71 miliar dari Rp 44,02 miliar.

Total aset, liabilitas dan ekuitas

Dari sisi neraca, Charoen Pokphand Indonesia mencatatkan total aset sebesar Rp 45,85 triliun di 2025, meningkat 7,16% dibandingkan Rp 42,79 triliun pada tahun sebelumnya.

Total liabilitas perseroan justru menurun 6,36% menjadi Rp 11,70 triliun dari Rp 12,50 triliun pada 2024.

Sementara itu, total ekuitas meningkat 12,75% menjadi Rp 34,15 triliun dari Rp 30,28 triliun.

Dari sisi profitabilitas per saham, perseroan mencatatkan laba per saham sebesar Rp 344 di 2025, meningkat dari Rp 226 per saham pada tahun sebelumnya.

PDF
Exit mobile version