Charoen Pokphand Indonesia membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang Januari-September 2025 di mana laba bersih perseroan tercatat melonjak 41,17% menjadi Rp 3,36 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan neto per kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp 50,60 triliun. Angka ini naik 1,78% secara tahunan dari Rp 49,72 triliun dalam periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari penjualan tersebut:
Rincian beban
Charoen Pokphand Indonesia membukukan beban pokok penjualan sebesar Rp 42,53 triliun. Angka ini susut 0,49% secara tahunan dibanding beban pokok penjualan kuartal III-2024 sebesar Rp 42,74 triliun.
Dari komponen beban pokok penjualan ini, total biaya produksi berkontribusi sebesar Rp 41,85 triliun. Angka ini hanya meningkat 1,64% secara tahunan dibanding Rp 41,17 triliun pada periode tahun sebelumnya.
Sementara itu, beban pokok produksi naik 1,65% secara tahunan dari Rp 41,11 triliun menjadi Rp 41,78 triliun.
Rincian laba
Dari sisi laba, laba periode berjalan sepanjang Januari-September 2025 perseroan tercatat sebesar Rp 3,37 triliun. Angka ini meningkat 41,13% secara tahunan dibanding laba periode berjalan Rp 2,39 triliun pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari angka tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp 3,36 triliun. Laba bersih ini melompat 41,17% secara tahunan dibanding laba bersih periode tahun sebelumnya, yaitu Rp 2,38 triliun.
2 artikel menarik lainnya tentang Charoen Pokphand Indonesia: