05 Apr 2025

FAO rilis laporan tentang pengendalian avian influenza A

Laporan tersebut menekankan pentingnya pendekatan multi-aspek untuk mengelola dan mengurangi penyebaran virus ini secara efektif.

Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization – FAO) telah merilis laporan komprehensif yang merinci strategi untuk mengendalikan avian influenza (AI) A.

AI A adalah penyakit yang disebabkan virus yang sangat menular yang menimbulkan ancaman signifikan terhadap kesehatan hewan, mata pencaharian, dan kesehatan manusia.

Laporan tersebut menekankan pentingnya pendekatan multi-aspek untuk mengelola dan mengurangi penyebaran virus ini secara efektif.

Memahami AI A

AI A, yang umumnya dikenal sebagai flu burung, disebabkan oleh virus influenza yang terutama menyerang burung/unggas tetapi juga dapat menginfeksi manusia dan hewan lainnya.

Virus ini dikategorikan menjadi AI yang sangat patogen (Highly Pathogenic AI) dan AI patogen rendah (LPAI) berdasarkan kemampuannya menyebabkan penyakit pada unggas.

HPAI sangat memprihatinkan karena dampaknya yang parah pada kesehatan unggas dan potensinya untuk menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan.

Berlanjut setelah iklan.

Rekomendasi utama dari laporan FAO

FAO menggarisbawahi perlunya sistem pengawasan yang kuat untuk memantau wabah AI.

Deteksi dini sangat penting untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian yang tepat waktu.

Ini termasuk pengujian rutin unggas dan burung liar, serta pemantauan pasar burung hidup.

Menerapkan langkah-langkah keamanan hayati yang ketat sangat penting untuk mencegah masuknya dan penyebaran AI.

Laporan tersebut merekomendasikan praktik-praktik seperti mengendalikan akses ke peternakan unggas, memastikan sanitasi yang tepat, dan menggunakan pakaian dan peralatan pelindung.

FAO menganjurkan program vaksinasi yang ditargetkan di daerah-daerah berisiko tinggi.

Vaksinasi dapat membantu mengurangi penyebaran virus dan melindungi populasi unggas.

Namun, vaksinasi harus digunakan bersama dengan langkah-langkah pengendalian lainnya agar efektif.

Meningkatkan kesadaran di kalangan peternak unggas, pedagang, dan masyarakat umum tentang AI dan risikonya sangat penting.

FAO menyarankan untuk melakukan kampanye edukasi untuk memberi tahu masyarakat tentang pentingnya melaporkan unggas yang sakit dan mengikuti protokol biosekuriti.

Mengingat sifat lintas batas AI, kerja sama internasional sangat penting.

FAO menyerukan kolaborasi antarnegara untuk berbagi informasi, sumber daya, dan praktik terbaik.

Ini termasuk upaya terkoordinasi untuk mengendalikan pergerakan unggas dan produk unggas lintas batas.

Mengelola populasi burung liar dan habitatnya merupakan aspek penting lain dari pengendalian AI.

FAO merekomendasikan langkah-langkah untuk meminimalkan kontak antara burung liar dan unggas peliharaan, seperti mengamankan kandang unggas dan mengelola lahan basah.

Kesimpulan

Laporan FAO menyoroti bahwa pengendalian AI A memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi.

Dengan meningkatkan pengawasan, menerapkan langkah-langkah biosekuriti, mempromosikan vaksinasi, meningkatkan kesadaran publik, mendorong kerja sama internasional, dan mengelola satwa liar, penyebaran AI dapat dikendalikan secara efektif.

Rekomendasi ini, jika diikuti dengan baik, dapat membantu melindungi kesehatan hewan dan manusia, memastikan keberlanjutan industri unggas, dan menjaga mata pencaharian.

Terkait dengan Biosekuriti

BERGABUNGLAH DENGAN KOMUNITAS UNGGAS KAMI

Akses ke artikel dalam PDF
Terus ikuti buletin kami
Dapatkan majalah dalam versi digital secara gratis

TEMUKAN
AgriFM - Podcast sektor peternakan dalam bahasa Spanyol
agriCalendar - Kalender acara di dunia peternakanagriCalendar
agrinewsCampus - Kursus pelatihan untuk sektor peternakan