Kalimantan Barat pada 16 Mei 2026 telah mengekspor 100 ton jagung pipil kering ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.
Ekspor jagung tersebut dilakukan oleh Koperasi Teguh Sejahtera menggunakan 10 truk dengan harga jual Rp 7.000 per kg.
Jagung yang dikirim telah memenuhi standar kualitas ekspor dengan kadar air 14% dan level aflatoksin 40 ppb.
Keberhasilan ekspor jagung ini membuka peluang pasar lebih luas bagi komoditas jagung di Kalimantan Barat, sekaligus memberi harapan peningkatan ekonomi bagi petani di daerah perbatasan.
Bagian dari panen raya di kuartal II-2026
Jagung pipil kering yang diekspor ini merupakan bagian dari panen raya jagung kuartal II-2026 di provinsi tersebut dengan volume panen sebesar 292,85 ton jagung dari lahan seluas 75 ha.
Hasil panen ini dinilai mampu untuk mendukung kebutuhan pangan Kalimantan Barat, khususnya bagi sektor peternakan dan industri pakan lokal.
Kegiatan panen raya tersebut dipusatkan di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, dan terhubung melalui rapat daring nasional bersama untuk peletakan batu pertama dari gudang ketahanan pangan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan peluncuran 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.
Karo SDM Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat, Kombes Pol Bayu Dewantoro mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Selain meningkatkan produksi, kami juga mendorong hasil panen agar memiliki nilai tambah melalui ekspor. Ini menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Bayu.
Ia menegaskan bahwa Polda Kalimantan Barat terus mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat swasembada pangan melalui peningkatan produksi, penanganan pascapanen, hingga pemasaran hasil pertanian.
Meski sebagian hasil panen dikirim ke Malaysia, kebutuhan jagung di Kalimantan Barat dipastikan tetap menjadi prioritas untuk Bulog dan industri pakan lokal.

