Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkomitmen mengawal upaya pemulihan harga di tingkat peternak di tengah pasokan ayam hidup yang berlebih.
Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Bapanas, mengatakan pemerintah mendukung penuh komitmen yang telah disepakati bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia).
“Sesuai arahan Kepala Bapanas, komitmen ini untuk mendapatkan harga ayam hidup yang wajar bagi peternak. Pemerintah akan mengawal komitmen Pinsar Indonesia,” kata Maino dalam keterangannya.
Menurut dia, pasar masih menghadapi kondisi kelebihan pasokan ayam hidup sehingga menekan harga jual di tingkat peternak.
Melalui kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi di Semarang, Jawa Tengah, harga ayam hidup mulai dinaikkan bertahap di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Pada 12 Juni 2026, harga ayam hidup mencapai Rp 17.000 per kg di Jawa Tengah dan Rp17.500 per kg di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pinsar Indonesia menargetkan harga ayam hidup di angka Rp 19.500 per kg.
Meningkatkan penyerapan daging ayam dan telur
Di sisi lain, pemerintah meningkatkan penyerapan daging ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
“Kita sudah sepakati agar serapan daging ayam dan telur untuk MBG ditingkatkan. Bila perlu bisa 3-5 kali per minggu,” ujar Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional terkait penyerapan daging ayam dan telur dari peternak. Kebijakan ini diharapkan membantu memperbaiki harga di pasar.
Selain itu, pemerintah menyiapkan distribusi stok ke berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan keberlangsungan usaha peternak rakyat.

