Saham-saham di sektor perunggasan masih dinilai prospektif, menurut riset yang ditulis oleh Andreas Saragih, Analis dari Mirae Asset Sekuritas.
Mirae Asset Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor ini, dengan ekspektasi kinerja kuat pada kuartal II 2026, serta potensi pemulihan harga broiler setelah intervensi pemerintah berjalan efektif.
Namun, risiko tetap perlu dicermati, mulai dari potensi harga DOC (anak ayam umur sehari) dan broiler (ayam pedaging) yang lebih lemah dari perkiraan, kenaikan biaya input, hingga dampak program MBG yang mungkin tidak sekuat ekspektasi awal.
Sementara, saham yang menjadi pilihan Mirae Asset Sekuritas adalah Charoen Pokphand Indonesia dan Japfa Comfeed Indonesia dengan rekomendasi buy dengan target harga saham masing-masing di Rp 5.550 per saham dan Rp 3.750 per saham.
Harga DOC, broiler dan jagung
Pada 10 Juni 2026, kata Andreas, harga rata-rata DOC naik menjadi Rp 5.894 per ekor, meningkat 6,3% secara bulanan dan 35,1% secara tahunan.
Secara kuartalan, rata-rata harga DOC tercatat Rp 5.720 per ekor, meski masih turun 16,1% dibanding kuartal sebelumnya, namun tetap tumbuh 36,3% secara tahunan.
Sementara itu, secara akumulasi lima bulan pertama 2026, harga DOC berada di level Rp 6.378 per ekor atau melonjak 36,1% secara tahunan.
Tak hanya DOC, harga broiler juga turut menguat ke Rp 19.669 per kg, naik tipis 0,3% secara bulanan dan 22,3% secara tahunan.
Rata-rata kuartalan berada di Rp 19.643 per kg, sementara rata-rata Januari-Mei 2026 mencapai Rp 21.090 per kg atau tumbuh 18,3% secara tahunan.
Di sisi pakan, harga jagung ikut naik menjadi Rp 6.600 per kg, meningkat 2,9% secara bulanan dan melonjak 54,9% secara tahunan. Kenaikan ini turut menekan struktur biaya produksi peternak, seiring terbatasnya pasokan di tengah periode panen.
Andreas menilai penguatan harga DOC dan broiler terutama dipicu oleh meningkatnya harga pakan unggas, sementara kenaikan harga jagung mencerminkan permintaan yang tetap kuat di tengah pasokan yang relatif datar.
Namun di sisi lain, pasar broiler sempat menghadapi tekanan akibat melemahnya harga ayam hidup di tingkat peternak. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk turun tangan menjaga stabilitas harga.
Pabrik pakan diminta serap ayam hidup peternak
Pada 9 Juni 2026, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mengeluarkan imbauan kepada pabrik pakan agar menyerap ayam hidup dari peternak rakyat dengan harga minimal Rp 19.500 per kg di tingkat peternak.
Kebijakan ini ditujukan untuk menahan tekanan harga yang berada di bawah biaya produksi di sejumlah wilayah.
Langkah ini sekaligus menginstruksikan pemotongan di fasilitas RPHU (rumah potong hewan unggas) dengan bobot minimal 1,8 kg, guna menjaga keseimbangan pasokan dan mencegah kerugian peternak kecil.
Menurut Andreas, kebijakan ini mencerminkan kondisi permintaan yang melemah sementara pasokan broiler tetap stabil.
Ia memperkirakan harga broiler berpotensi kembali pulih dalam beberapa bulan ke depan setelah intervensi pemerintah mulai efektif di pasar.
MBG alami normalisasi belanja
Dari sisi konsumsi domestik, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat mengalami normalisasi belanja pada Mei 2026 setelah lonjakan pada bulan sebelumnya.
Realisasi belanja turun menjadi Rp 13,15 triliun, atau terkoreksi 33,1% secara bulanan dari rekor Rp 19,66 triliun pada April.
Meski demikian, akumulasi belanja MBG telah mencapai Rp 88,15 triliun atau sekitar 32,9% dari anggaran yang direvisi.
Jumlah penerima manfaat juga terus meningkat menjadi 63,1 juta orang, dengan 29.679 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Penurunan belanja bulanan ini dinilai lebih mencerminkan efisiensi program, dengan estimasi biaya per penerima turun di kisaran dua digit dibandingkan bulan sebelumnya.

