27 Jan 2026

Pembangunan peternakan ayam terintegrasi akan dimulai di kuartal I-2026

Proyek ini ditujukan untuk memperkuat pasokan pangan nasional, khususnya untuk menopang kebutuhan daging ayam dan telur dalam program MBG.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman belum lama ini menyatakan bahwa proyek pembangunan peternakan ayam terintegrasi akan segera dimulai di kuartal pertama tahun ini.

Ia hanya menyebut peletakan batu pertama akan segera dilakukan, meski tak menerangkan lebih lanjut proyek apa yang akan dibangun: apakah pabrik pakan, peternakan ayam pembibit, atau fasilitas penetasan, serta di mana lokasinya.

Amran juga menyebut angka 12, yaitu jumlah fasilitas yang akan dibangun di berbagai wilayah di Indonesia, meski tak merinci jenis fasilitasnya, lokasinya, dan waktu pembangunan dari tiap fasilitas tersebut.

Proyek ini, yang menggunakan anggaran dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), ditujukan untuk memperkuat pasokan pangan nasional, khususnya untuk menopang kebutuhan daging ayam dan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, kata Amran, proyek ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada swasta dalam pengendalian pasokan daging ayam dan telur, sekaligus memperkuat peran negara sebagai stabilisator harga.

Ia menjelaskan selama ini industri ayam masih sepenuhnya berada di tangan swasta, termasuk produksi DOC (day old chick atau anak ayam umur sehari), sehingga pemerintah kerap kesulitan mengintervensi saat harga bergejolak.

Ia mencontohkan, pada Desember 2025, harga DOC mencapai Rp 14.000 per ekor, padahal biasanya Rp 9.000 per ekor. Karenanya, Kementerian Pertanian memutuskan menurunkan harga menjadi Rp 11.000 agar semua pihak merasa nyaman. Sayangnya, tidak terjadi perubahan harga.

Berlanjut setelah iklan.

“Solusinya adalah negara akan membangun pabrik pakan dan fasilitas produksi DOC. Ini solusi permanen karena negara harus hadir dan ini dilakukan untuk rakyat Indonesia,” ujar Amran.

Kehadiran negara melalui pembangunan fasilitas-fasilitas produksi ayam terintegrasi diperlukan agar pemerintah memiliki instrumen yang lebih kuat untuk mengendalikan pasokan dan harga, tambahnya.

Pemerintah, melalui BPI Danantara, menyiapkan investasi Rp 20 triliun untuk membangun fasilitas-fasilitas produksi ayam pedaging dan ayam petelur terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia yang mengalami kekurangan pasokan daging ayam dan telur.

Selain menjaga pasokan protein hewani nasional, proyek ini juga ditargetkan membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi desa.

PDF

Terkait dengan Peralatan dan fasilitas
TEMUKAN
agriNews Play - Los podcast del sector ganadero en español
agriCalendar - Kalender acara di dunia peternakanagriCalendar
agrinewsCampus - Kursus pelatihan untuk sektor peternakan