Sektor perunggasan tercatat memimpin pemulihan profitabilitas di kuartal I-2026 dibanding dengan sektor-sektor terkait pangan lainnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak positif, baik secara langsung maupun tak langsung, kepada performa perusahaan-perusahaan perunggasan yang memiliki eksposur bisnis terhadap program pemerintah ini.
Menurut riset CNBC Indonesia Research, realisasi kinerja keuangan pada tiga bulan pertama tahun ini memperlihatkan tren yang positif, di mana katalis program pemenuhan gizi domestik tersebut mulai memberikan sentimen optimisme terhadap prospek pendapatan emiten, khususnya di sektor pangan primer, pengolahan susu, dan barang konsumsi.
Sebagai penyedia utama sumber protein hewani berskala nasional, emiten-emiten di sektor perunggasan mendapatkan keuntungan dari normalisasi biaya bahan baku pakan serta ekspektasi peningkatan serapan konsumsi daging ayam dan telur oleh masyarakat.
- Japfa Comfeed Indonesia mencatatkan akselerasi kinerja yang impresif dengan lonjakan laba bersih mencapai 166,9% secara tahunan menjadi Rp 1,81 triliun. Pencapaian ini didorong oleh perbaikan harga jual rata-rata ayam hidup di pasar domestik yang lebih stabil.
- Tren serupa juga dibukukan oleh Charoen Pokphand Indonesia yang berstatus sebagai pemimpin pangsa pasar. Perusahaan ini melaporkan pertumbuhan laba bersih sebesar 67,7% secara tahunan menjadi Rp 2,58 triliun. Ekspansi margin operasional juga turut dirasakan oleh emiten ini.
- Malindo Feedmill berhasil melipatgandakan laba bersihnya dengan pertumbuhan 96,0% secara tahunan menjadi Rp 123,3 miliar.
- Sementara, Sreeya Sewu Indonesia membukukan kenaikan laba bersih sebesar 28,2% secara tahunan menjadi Rp 25,0 miliar.
Sumber: CNBC Indonesia Research.

