Widodo Makmur Perkasa telah memperoleh dukungan penuh dari para pemegang sahamnya untuk melaksanakan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue yang disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 21 Mei 2026.
Perusahaan peternakan unggas dan sapi ini berencana menerbitkan maksimal 8,5 miliar saham baru dari portepel untuk memperkuat struktur modal dan mendukung ekspansi bisnis.
Melalui tambahan ekuitas ini, Widodo Makmur Perkasa optimistis dapat menggenjot kembali roda operasionalnya demi mencetak performa finansial yang lebih kuat di masa mendatang.
“Rights issue merupakan inisiatif perusahaan sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur permodalan dalam rangka mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan meningkatkan kinerja operasional dan keuangan secara lebih efektif dan efisien,” terang Tumiyono, CEO Widodo Makmur Perkasa.
Manajemen perusahaan menargetkan penambahan modal kerja tersebut untuk difokuskan pada peningkatan utilisasi fasilitas produksi guna mendongkrak volume produksi dan angka penjualan.
“Kami yakin penguatan struktur permodalan ini akan menciptakan fleksibilitas keuangan dan memperkuat fundamental bisnis yang tercermin dari perbaikan arus kas dan profitabilitas perusahaan. Ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata Tumiyono.
Pada momentum yang tepat
Eksekusi rights issue ini dinilai berjalan pada momentum yang tepat seiring proyeksi pertumbuhan positif permintaan produk unggas dan daging sapi di pasar domestik mulai 2026 dan seterusnya.
Optimisme pertumbuhan ini didorong oleh proyeksi kenaikan produk domestik bruto di Indonesia dari kisaran 5.000 dolar Amerika Serikat menjadi lebih dari 10.000 dolar Amerika Serikat di 2030 mendatang.
“Peningkatan PDB per kapita menunjukkan perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Artinya, konsumsi protein Indonesia diprediksi dapat meningkat lebih cepat. Apalagi data OECD-FAO menunjukkan bahwa konsumsi per kapita untuk daging sapi dan ayam di Indonesia pada 2025 masing-masing baru mencapai 1,69kg per kapita dan 8,76kg per kapita. Angka-angka ini jauh lebih rendah dibanding negara tetangga di ASEAN, sehingga ruang tumbuhnya masih sangat luas,” papar Tumiyono.
Selain pertumbuhan ekonomi makro, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah dinilai akan berkontribusi besar dalam mendongkrak tingkat konsumsi protein hewani dalam negeri, terutama produk protein hewani dari Widodo Makmur Perkasa.
Perbaikan kinerja finansial
Sepanjang 2025, Widodo Makmur Perkasa menunjukkan perbaikan kinerja dengan berhasil menekan rugi bersih menjadi Rp 234,94 miliar, atau turun signifikan sebesar 60,6% dibandingkan rugi bersih 2024 yang mencapai Rp 596,50 miliar.
Perbaikan performa ini sejalan dengan lonjakan penjualan konsolidasi yang menyentuh angka Rp 1,01 triliun, meningkat 76,6% dari Rp 572,92 miliar pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan kontribusi bisnis, segmen peternakan unggas menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 73,22%, disusul lini pengolahan daging sebesar 21,86%, peternakan sapi 3%, serta komoditas pertanian sebesar 1,92%.

