Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) telah resmi ditetapkan sebagai cabang nasional di Indonesia dari World Veterinary Poultry Association (WVPA).
Penetapan ini dilakukan saat rapat biro WVPA yang diselenggarakan di Borneo Convention Centre Kuching, Malaysia, pada 6 Oktober 2025.
Penetapan ini adalah puncak dari proses pengajuan yang ketat dan dilakukan melalui mekanisme voting antar perwakilan cabang WVPA dari berbagai negara di dunia.
drh Dalmi Triyono, Ketua Umum ADHPI, menyampaikan kegembiraan dan rasa syukur atas dukungan seluruh kolega yang mengiringi proses voting tersebut.
“Setelah melalui voting yang mendebarkan dan berkat doa dan dukungan kolega semua. Akhirnya ADHPI secara resmi diterima sebagai cabang WVPA,” kata drh Dalmi.
Dampak strategis penetapan ADHPI
Pengakuan resmi ini memiliki implikasi transformatif bagi industri perunggasan dan profesi dokter hewan di Indonesia:
- Akses ilmu pengetahuan global – ADHPI kini memiliki jalur resmi untuk pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik dan terkini di bidang kesehatan unggas dari jaringan WVPA global.
- Peningkatan kompetensi – Status ini membuka peluang lebih besar bagi anggota ADHPI untuk berpartisipasi dalam penelitian dan kolaborasi internasional, meningkatkan standar profesionalisme dalam menghadapi isu-isu di perunggasan seperti emerging poultry diseases, biosekuriti dan resistensi antimikroba (AMR).
- Advokasi kebijakan – ADHPI kini memiliki platform internasional yang kuat untuk menyuarakan kepentingan dan tantangan industri perunggasan nasional, mendukung upaya peningkatan kualitas dan daya saing produk unggas Indonesia di pasar global.
Latar belakang rapat biro WVPA
Delegasi ADHPI yang hadir pada pertemuan global tersebut adalah:
- drh Dalmi Triyono, Ketua Umum
- drh Bimo Wicaksana, Ketua 1
- drh Erry Setyawan, Sekretaris Jenderal
- Dr Teguh Yodiantara Prajitno, Anggota Dewan Pakar
Presentasi proposal secara langsung pada rapat biro WVPA tersebut disampaikan oleh drh Erry.
Rapat biro yang dipimpin oleh para pimpinan utama WVPA, Dr Sjaak De Witt, Dr Rafiqul Islam dan Dr Clara Marin Orengea, membahas berbagai isu strategis global. Agenda ini mencakup:
- Isu global dan regional yang disampaikan dalam rapat tersebut: Laporan keuangan WVPA, laporan kunjungan perwakilan WVPA ke Amerika Latin, dan penyampaian informasi kegiatan 6th Asia Meeting di Filipina dan 2nd Africa-Middle East Meeting di Mesir.
- Sesi penetapan cabang baru: Selain ADHPI, Kolombia yang diwakili oleh AMEVEA juga ditetapkan sebagai cabang nasional WVPA. Dalam suasana kompetitif tersebut, permohonan Nepal, meski telah dipresentasikan, namun belum berhasil ditetapkan, sementara Uni Emirat Arab yang dijadwalkan, tidak ada presentasi pengajuan yang disampaikan.
- Agenda mendatang: Pengumuman Kongres WVPA 2027 di Turki dan 7th Asia Meeting WVPA 2026 di India, serta penentuan yang sengit antara China dan Australia dan diakhiri dengan voting, untuk menentukan lokasi Kongres WVPA 2029 yang dimenangkan oleh Australia.
Tentang ADHPI
Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) adalah organisasi profesi yang mewadahi dokter hewan perunggasan di Indonesia, berfokus pada kemajuan kesehatan dan kesejahteraan unggas melalui peningkatan profesionalisme, advokasi, dan kerja sama lintas sektor. IG resmi: @adhpis.
Tentang WVPA
World Veterinary Poultry Association (WVPA) adalah asosiasi global terkemuka yang bertujuan memajukan ilmu dan praktik kedokteran hewan unggas, serta mempromosikan kesehatan, kesejahteraan, dan produksi unggas di seluruh dunia melalui kolaborasi internasional. Laman resmi: wvpa.info

