Site icon aviNews, la revista global de avicultura

Analis prediksi perbaikan margin bisnis pakan dan pasokan ayam yang terkendali di paruh kedua 2026

Escrito por: aviNews Indonesia
PDF

Prospek sektor perunggasan di paruh kedua 2026 dinilai masih menjanjikan karena ada potensi perbaikan margin bisnis pakan dan kondisi pasokan ayam yang tetap terkendali.

Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi, Analis di BRI Danareksa Sekuritas, dalam risetnya menilai salah satu katalis positif berasal dari skema impor bungkil kedelai melalui Berdikari yang telah berjalan sekitar dua bulan. Keduanya memperkirakan skema ini dapat memberikan tambahan margin sekitar 5%, dengan dampak penuh mulai terlihat pada kuartal III-2026.

Selain itu, kondisi pasokan ayam juga diperkirakan masih kondusif. Meskipun pemerintah menetapkan kuota impor grandparent stock (GPS) sebanyak 800.000 ekor di tahun ini, realisasi impor diperkirakan tidak akan mencapai kuota yang ditetapkan sehingga risiko kelebihan pasokan masih relatif terbatas.

“Setelah diskusi kami dengan Berdikari, jumlah perusahaan yang menerima kuota impor GPS tahun ini meningkat jadi 29 perusahaan dari sebelumnya 23 perusahaan berdasarkan data terbaru yang tersedia,” tulis Victor dan Wilastita dalam riset tertanggal 25 Juni 2026.

Menurut keduanya, bertambahnya jumlah penerima kuota mencerminkan distribusi impor yang lebih merata. Namun, realisasi impor diperkirakan tetap berada di bawah kuota sehingga keseimbangan pasokan dan permintaan pada 2028-2029 berpotensi lebih baik dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Dampak ekosistem unggas terintegrasi Danantara

Sementara itu, Victor dan Wilastita mengatakan rencana pengembangan ekosistem unggas terintegrasi yang digagas Danantara dinilai belum akan memberikan tekanan terhadap emiten-emiten unggas dalam waktu dekat.

Pasalnya, proyek tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Berdikari menyebut proyek tersebut telah memperoleh komitmen investasi senilai Rp 20 triliun melalui skema pinjaman investasi dengan tenor hingga lima tahun.

Pengembangan akan difokuskan di wilayah luar Pulau Jawa sebagai bagian dari pembangunan ekosistem unggas terintegrasi guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski demikian, implementasi proyek masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk penyediaan lahan. Berdikari juga berencana membangun sejumlah pabrik pakan di Bone, Lampung, dan Gorontalo.

Proyek tersebut kemungkinan akan menyasar segmen pasar yang berbeda dengan pemain unggas terintegrasi yang telah ada sehingga belum menjadi ancaman langsung terhadap kinerja emiten-emiten unggas.

Rekomendasi overweight

Victor dan Wilastita masih mempertahankan rekomendasi overweight (potensi pertumbuhannya kuat) terhadap sektor unggas dan memperkirakan harga ayam pedaging hidup mulai pulih sekitar 26 Juli 2026 seiring normalisasi permintaan secara bertahap.

Di antara emiten-emiten unggas, Charoen Pokphand Indonesia masih menjadi pilihan utama karena valuasi emiten ini dinilai menarik dan minat investor terhadap sahamnya tersebut belum setinggi emiten sejenis.

Victor dan Wilastita merekomendasikan ‘beli’ untuk Charoen Pokphand Indonesia dengan target harga Rp 5.900 per saham.

Selain itu, keduanya juga merekomendasikan ‘beli’ untuk Japfa Comfeed Indonesia dengan target harga Rp 3.300 per saham, serta ‘beli’ untuk Malindo Feedmill dengan target harga Rp 1.700 per saham.

Adapun risiko yang perlu dicermati antara lain potensi terhentinya program MBG, inflasi yang tinggi, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat meningkatkan biaya produksi.

PDF
Exit mobile version