Site icon aviNews, la revista global de avicultura

Pemerintah incar pasar ekspor telur ayam ras ke negara-negara ASEAN

Escrito por: aviNews Indonesia
PDF

Kementerian Perdagangan saat ini sedang menjajaki peluang ekspor telur ayam ras ke sejumlah negara ASEAN. Upaya ini dilakukan untuk memperluas pasar ekspor sekaligus menyerap produksi telur dari sentra-sentra peternakan ayam petelur.

Nawandaru Dwi Putra, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri di Kementerian Perdagangan, mengatakan pihaknya sedang mengupayakan ekspor telur ayam ras ke Singapura, Vietnam, Filipina, Thailand dan Malaysia.

“Saat ini ada potensi yang terbuka untuk kita ekspor telur ayam ras ke Singapura,” kata dia.

Kesiapan memenuhi persyaratan

Dalam implementasi upaya ekspor tersebut, Nawandaru mengungkapkan bahwa para peternak ayam petelur harus mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan tersebut.

Karena itu, Kementerian Perdagangan berharap kementerian dan lembaga terkait dapat mendampingi para peternak agar bisa memenuhi persyaratan atau standar yang ditetapkan.

Pemerataan distribusi dalam negeri

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan berupaya mengatasi anjloknya harga telur ayam ras melalui pemerataan distribusi di dalam negeri.

Nawandaru mengatakan pihaknya siap menjembatani kerja sama antara daerah sentra produksi dengan wilayah yang harga telurnya masih berada di atas harga acuan.

Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan, hingga minggu kedua Juli 2026, rata-rata harga telur ayam ras nasional berada di Rp 29.201 per kg atau di bawah harga acuan penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp 30.000 per kg. Secara umum, harga telur juga turun 3,34% dibandingkan Juni 2026.

Sampai minggu kedua Juli 2026, sekitar 70% wilayah mengalami penurunan indeks perkembangan harga (IPH) telur ayam ras.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah daerah yang mencatat harga relatif tinggi yakni di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak Jaya di Papua yang masing-masing mencapai Rp 90.000 per kg, lalu disusul Kabupaten Mamberamo Tengah sebesar Rp 88.000 per kg.

PDF
Exit mobile version