Site icon aviNews, la revista global de avicultura

RPB pakan ternak di Kalimantan Timur didirikan untuk suplai pakan dengan harga terjangkau

Escrito por: aviNews Indonesia
PDF

Rumah produksi bersama (RPB) pakan ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, belum lama ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.

RPB yang dibangun menggunakan APBD ini diproyeksikan menjadi pusat produksi pakan ternak yang mampu menekan biaya produksi peternak serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pembangunan RPB ini menelan anggaran sekitar Rp 8,3 miliar, terdiri atas pembangunan fisik sebesar Rp 6,2 miliar dan pengadaan peralatan produksi senilai Rp 2,1 miliar melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kalimantan Timur.

Heni Purwaningsih, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kalimantan Timur, menjelaskan bahwa RPB ini dibangun di atas lahan seluas 10.566 meter persegi.

Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan yang memiliki ketersediaan bahan baku melimpah, seperti jagung, bungkil sawit, CPO dan tepung ikan,” kata Heni.

Kata Heni, keberadaan sumber bahan baku yang dekat dengan lokasi produksi akan menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi produksi pakan.

Harga pakan yang lebih terjangkau

Rudy mengatakan persoalan mahalnya harga pakan selama ini menjadi salah satu beban terbesar yang mengurangi keuntungan para pelaku usaha peternakan. Kehadiran RPB ini diharapkan mampu memutus ketergantungan terhadap pakan dari luar daerah.

Menurut dia, jika kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara optimal, harga pakan produksi lokal berpotensi lebih murah sekitar 20-30% dibandingkan produk yang selama ini beredar di pasaran.

“Dengan RPB ini kami berharap harga pakan semakin terjangkau. Kalau harga pakan bisa turun 20-30%, otomatis biaya produksi peternak juga menurun dan margin usaha mereka akan meningkat,” ujar Rudy.

Optimalisasi kapasitas produksi RPB

RPB tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 200 ton per bulan. Namun hingga saat ini, realisasi produksi masih berada pada tahap awal dan baru mencapai sekitar 20 ton per bulan atau sekitar 10% dari kapasitas maksimal.

Karena itu, Rudy meminta pengelola terus mengoptimalkan operasional pabrik. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga membuka peluang penambahan mesin produksi apabila kapasitas yang ada nantinya telah dimanfaatkan secara maksimal.

Menjaga ketahanan pangan

Menurut Rudy, keberadaan RPB ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produktivitas sektor peternakan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Hasil peternakan nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur ayam untuk program MBG. Karena itu fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

“Harapan kami, RPB ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Peternak memperoleh pakan dengan harga lebih murah sehingga ekonomi masyarakat ikut tumbuh.”

PDF
Exit mobile version