



Himpunan Peternak Unggas Hias Nusantara (HIMPARA) bersama akademisi dan peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, IPB University serta Perkumpulan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) yang merupakan cabang dari organisasi perunggasan dunia di Indonesia World’s Poultry Science Association-Indonesian Branch (MIPI-WPSA Indonesia), tengah melakukan langkah penting dalam mendorong pengembangan sektor ayam hias.
Program yang digagas bersama ini berupa pendampingan peneliti dan akademisi terhadap asosiasi dalam proses penyempurnaan standar pakem (katuranggan) untuk penilaian kontes/lomba ayam hias Indonesia, khususnya ayam Cemani dan ayam Kate.
Tarmudi, Ketua HIMPARA, mengatakan bahwa standar katuranggan ayam Cemani dan ayam Kate untuk kontes itu sudah ada, namun perlu untuk dikaji ulang lebih lanjut bersama dengan peneliti dan ahli.
Penilaian ayam hias di tingkat asosiasi dan komunitas maupun kontes kerap menggunakan standar katuranggan yang berbeda-beda antar asosiasi dan antar daerah. Hal ini menimbulkan perbedaan dalam menentukan katuranggan dan kualitas ayam hias. Ada yang lebih menonjolkan warna bulu, ada pula yang lebih menilai bentuk tubuh, dan sebagian yang lain juga mengutamakan gaya dan keindahan.
Odenk dari Komunitas Ayam Kate Indonesia (KAKI) dan Turmuji dari Pecinta Ayam Kate Bogor dan Sekitar (PAKBOS) juga menambahkan perlu cara dan kesepakatan untuk membedakan ayam kate Indonesia dengan ayam kate dari negara-negara lain.
Menjawab kebutuhan tersebut, MIPI-WPSA Indonesia bersama para akademisi dan peneliti menyelenggarakan pertemuan awal dengan HIMPARA pada tanggal 20 September 2025 di Stadion Pakansari, Cibinong.
Pertemuan ini ditujukan untuk membahas tahapan-tahapan program yang akan mereka kerjasamakan dalam penyempurnaan standar katuranggan ayam Cemani dan ayam Kate untuk mendukung penilaian yang lebih objektif, terukur, dan berbasis kajian ilmiah.
Maria Ulfah, peneliti ayam hias dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, IPB University yang juga menjadi President MIPI-WPSA Indonesia menyambung bahwa standarisasi ayam hias dalam kontes sangat penting agar penilaian lebih adil dan konsisten.

Selama ini, kriteria yang berbeda-beda sering menimbulkan perdebatan. Dengan standar yang jelas, kontes akan menjadi lebih profesional, penghobi, pembibit dan peternak punya acuan yang sama. Di samping itu standarisasi juga sekaligus dapat menjaga keunikan ayam hias Indonesia agar semakin diakui di tingkat nasional maupun internasional.
Program standarisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek seni, estetika dan keindahan, tetapi juga mengintegrasikan karakter morfologis, genetik, dan performa unik lainnya dari ayam hias, lanjut Maria.
Konfirmasi keaslian ayam Cemani dan juga ayam Kate perlu data genetik dan standar katuranggan yang jelas dan stabil. Dengan adanya standar baku, diharapkan proses penilaian kontes ayam hias Indonesia juga akan menjadi rujukan nasional yang seragam, sehingga ayam hias Indonesia berpotensi mendapat pengakuan lebih kuat dan lebih luas di kancah internasional.
Sebagai organisasi perunggasan internasional yang menginduk ke WPSA Pusat di Belanda, melalui kolaborasi ini MIPI-WPSA Indonesia akan berperan penting untuk lebih mengenalkan ayam hias Indonesia ke cabang-cabang WPSA di seluruh dunia.
Tarmudi juga menambahkan bahwa ayam Cemani sudah dikembangkan oleh banyak pembibit dan peternak di Amerika dan juga negara lain. Karakter ayam Cemani yang mereka buat ini bisa menjadi rancu dengan ayam cemani di Indonesia dan menjadi ancaman bagi keberlanjutan ayam Cemani asli Indonesia.
Oleh karena itu, kolaborasi dengan peneliti diharapkan dapat mengungkap cara cepat dan akurat untuk menguji keaslian ayam Cemani Indonesia.
Maria juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi ilmuwan perunggasan dalam mendukung pelestarian plasma nutfah ayam hias Indonesia serta memberikan nilai tambah ekonomi melalui sektor hobi dan kompetisi.
Di program studi Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, IPB University juga ada mata kuliah khusus tentang keanekaragaman ternak hobi, termasuk ayam hias dan juga pelestariannya baik untuk mahasiswa S1 maupun S2 dan S3 untuk membekali generasi muda kekayaan sumber daya genetik ayam hias dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Sementara itu, para anggota HIMPARA juga menyambut baik inisiatif ini sebagai upaya memperkuat posisi ayam hias Indonesia yang memiliki keragaman dan keunikan tersendiri.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menciptakan ekosistem perunggasan hias yang berkelanjutan, terstandar, dan berdaya saing tinggi. Dengan standar penilaian yang diakui bersama, para penghobi, peternak, maupun juri kontes akan memiliki acuan yang sama dalam menjaga kualitas sekaligus mengembangkan potensi ayam hias Indonesia.
Menurut Maria, inisiatif ini penting bukan hanya untuk menciptakan penilaian yang adil di setiap kontes, tetapi juga sebagai langkah pelestarian plasma nutfah ayam hias Indonesia. Dengan standar yang jelas, ayam hias Indonesia berpotensi mendapat pengakuan lebih luas di kancah internasional.
PENULIS

Resistensi antimikroba dalam rantai pangan unggas dan strategi baru untuk pengendalian bakteri
Edgar O. Oviedo-Rondón
Pentingnya pelatihan staf tentang isu kesejahteraan hewan di industri unggas
M. Verónica Jiménez Grez
Pengendalian hama tikus adalah kunci dalam biosekuriti dan keberlanjutan unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón
Inisiatif Salmonella di industri unggas AS selama tahun 2024
Bill Potter
Pembersihan dan desinfeksi kandang berdinding terbuka dan produksi broiler pada musim lembab
Mabel Sibonginkosi Ndebele
Kualitas anak ayam – bagian II
H&N Technical Team
Cara memaksimalkan manfaat dari sarang komunitas Van Gent bagian 2 – Manajemen
Winfridus Bakker
Faktor dan strategi yang membantu meningkatkan kenyamanan termal unggas
Humberto Marques Lipori
Solusi potensial untuk sindrom hemoragik hati berlemak pada ayam petelur
Edgar O. Oviedo-Rondón
Newcastle disease: Mengetahui virusnya dengan lebih baik untuk membuat keputusan pengendalian terbaik. Bagian I
Eliana Icochea D’Arrigo
Varian virus Infectious Bursal Disease: Tantangan bagi vaksin komersial?
Arlen P. Gomez Gloria C. Ramirez-Nieto Maria Paula Urian Avila
Sorotan penelitian dari International Poultry Scientific Forum 2025
Edgar O. Oviedo-Rondón
Wawancara dengan Fahad Alfayez
Fahad Alfayez
Asam hipoklorit, era baru dalam pemurnian air!
José Luis Valls García
Mengelola floor egg pada broiler breeder
Cobb Technical Services Team
Rearing: “Awal yang tepat” untuk produksi telur yang unggul
Kali Simioni
Vaccinating for Marek’s? Don’t be Thrown Off by PFU Levels
Isabel M. Gimeno
Praktik biosekuriti untuk melindungi peternakan anda dari avian influenza
Dr. Algis Martínez - DVM -ACPV Diplomate
Mengapa kita harus memisahkan bungkil kedelai berdasarkan asalnya dalam formulasi pakan unggas?
Edgar O. Oviedo-Rondón
Keberlanjutan untuk industri unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón Minliang Yang
Teknologi mesin penglihatan untuk memantau kesejahteraan unggas
Lilong Chai
Distribusi ayam yang tidak merata dapat menyebabkan kerugian
Brian Fairchild Michael Czarick
Infeksi Enterococcus mengurangi daya tetas dan meningkatkan kematian dini
Edgar O. Oviedo-Rondón
Mendeteksi broiler pada berbagai usia dengan model deep learning yang canggih
Lilong Chai
Manajemen jantan breeder untuk performa yang lebih baik
Gabriel Novaes - Veterinarian and Animal Reproduction Specialist at Cobb-Vantress Luciano Keske - Veterinarian and Associate Director of Technical Service at Cobb-Vantress for Latin America and Canada
Zoonosis avian influenza
Gary García-Espinosa
Gelombang panas dan pentingnya lingkungan pada ayam petelur
Alessandra Arno Iran José Oliveira da Silva
Tanin terkondensasi dan mikotoksin pada sorgum genotipe cokelat: Tantangan baru yang harus diatasi dalam produksi unggas
Dr. Marta Jaramillo
Manajemen pemberian pakan pada ayam petelur
H&N Technical Department
BioZyme® mengandalkan AO-Biotics® untuk menyelesaikan misinya
Biozyme Technical Team
Keberlanjutan dalam produksi unggas melalui penggunaan feses unggas yang efisien
Zucami Technical Team
Ringkasan pembelajaran dari Pertemuan Kelompok Penelitian Inkubasi & Fertilitas (IFRG) ke-49
Edgar O. Oviedo-Rondón
Unggas itu baik, orang harus mengetahuinya
Nicolò Cinotti
Kualitas anak ayam – Bagian I
H&N Technical Team
Kemajuan dalam strategi vaksin Salmonella unggas: Menyeimbangkan keamanan dan imunogenisitas
Santiago Uribe-Diaz
Bagaimana nutrisi unggas dapat dioptimalkan untuk mencapai profitabilitas dan keberlanjutan?
Edgar O. Oviedo-Rondón
Program pemberian pakan dengan cahaya sinyal untuk flok breeder
Chance Bryant
Dampak stres kronis dan radang usus pada kesehatan dan kinerja unggas komersial: Bagian II
Guillermo Tellez-Isaias
Antioksidan pada pakan layer
Christine Laganá
Alasan mengapa dunia beralih ke sangkar komunitas
Winfridus Bakker
Dari pengolahan ayam pedaging: Persiapan memberi makan bergizi pada dunia!
Eduardo Cervantes López
Bulu, kipas, dan Fahrenheit: Panduan utama untuk kenyamanan anak ayam!
Udaykumar Mudbakhe
Depresi, kecepatan udara dan jalur udara masuk
Brian Fairchild Michael Czarick
AO-Biotics® EQE, postbiotik baru yang menghasilkan keuntungan ekonomi pada ayam petelur
Biozyme Technical Team
Wawancara Evelien Germeraad
Evelien Germeraad
Probiotik, prebiotik, dan zat fitogenik untuk mengoptimalkan kesehatan usus unggas – Bagian 2
Guillermo Tellez-Isaias Hafez M Hafez Juan D. Latorre Sakine Yalçın
Probiotik, prebiotik dan substansi fitogenik untuk mengoptimalkan kesehatan usus unggas – Bagian 1
Guillermo Tellez-Isaias Hafez M Hafez Juan D. Latorre Sakine Yalçın
Vaksinasi in ovo dengan teknologi Embrex® membantu mendukung respons imun yang lebih awal dan lebih kuat pada anak ayam
Zoetis Technical Team
Ukuran telur
H&N Technical Team
Wawancara dengan Brian Fairchild
Brian Fairchild
Kedelai dengan kadar oleat tinggi dan dampaknya terhadap kualitas telur dan daging unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón
Metapneumovirus – epidemiologi dan musim
Edgar O. Oviedo-Rondón
Pengendalian serangga dalam produksi unggas
Gracieli Araujo Specialist in Animal Welfare - Cobb LatCan
Dampak stres kronis dan peradangan usus pada kesehatan dan kinerja unggas komersial: Bagian I
Guillermo Tellez-Isaias
Aplikasi saponin dalam produksi unggas
Ken Bafundo
Parameter kualitas kedelai dan bahan baku protein alternatif dalam nutrisi unggas
Güner GÖVENÇ
Patologi sistem imun dalam diagnosis imunosupresi pada unggas
Nestor Ledesma Martínez
Kesejahteraan hewan dan kecerdasan buatan: kombinasi dari perunggasan masa kini atau masa depan?
Dra. Elein Hernández
Memajukan kesehatan unggas: Peranan analisis prediktif dalam pencegahan penyakit
Talha Siddique
Kepatuhan biosekuriti: Keseimbangan antara budaya, kepribadian, pengalaman, edukasi dan teknologi
Edgar O. Oviedo-Rondón