Charoen Pokphand (CP) Indonesia dan Japfa Comfeed Indonesia diprediksi mencatatkan performa solid pada kuartal I-2026, ditopang stabilnya margin pakan serta kenaikan harga broiler.
Dalam risetnya yang diterbitkan pada 25 Maret 2026, Indo Premier Sekuritas menilai margin pakan cenderung stabil secara kuartalan seiring biaya bahan baku yang relatif terkendali.
Indo Premier Sekuritas memperkirakan EBIT (Earnings Before Interest and Taxes) pakan CP dan Japfa masing-masing mencapai sekitar Rp 1,1 triliun dan Rp 0,9 triliun dengan margin yang tetap stabil secara kuartalan.
Kinerja kuartal I-2026 juga ditopang kuatnya harga broiler
Menurut riset tersebut, harga broiler rata-rata naik 3,8% secara kuartalan menjadi Rp 22.400 per kg, didorong percepatan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkat dari 53,8 juta pada Desember 2025 menjadi 60,2 juta pada Februari 2026, serta kuota impor Grandparent Stock (GPS) yang lebih rendah pada 2024-2025.
Sementara itu, harga DOC turun 1,9% secara kuartalan menjadi Rp 7.300 per ekor, yang turut menurunkan titik impas produksi broiler CP dan Japfa.
Indo Premier Sekuritas memperkirakan EBIT broiler CP mencapai Rp 2,3 triliun dan Japfa Rp 1 triliun, dengan margin masing-masing sekitar 18,3% dan 12%.
Ke depan, Indo Premier Sekuritas menilai harga broiler masih berpotensi tetap kuat hingga kuartal II-2026 dan seterusnya.
Pemerintah menegaskan komitmennya mempertahankan anggaran program MBG pada 2026, yang diperkirakan menambah permintaan broiler sekitar 3,2%.
Indo Premier Sekuritas pun mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor unggas, dengan valuasi CP dan Japfa yang dinilai sudah cukup murah di level 10,8 kali dan 6,5 kali forward price-to earnings (PE) ratio 12 bulan.
Valuasi tersebut mencerminkan risiko penurunan yang terbatas di tengah perbaikan dinamika pasokan dan permintaan.