29 Mei 2026

Japfa ambil peran bangun masa depan generasi muda lewat pangan

Di tengah isu stunting, krisis pangan global, dan tantangan kualitas sumber daya manusia Indonesia, Japfa mengambil peran lebih besar dalam membangun masa depan generasi muda.

‘Japfa for Kids’, dengan program ‘1 Hari 1 Telur’, merupakan program sosial yang diinisiasi oleh Japfa Comfeed Indonesia sejak 18 tahun yang lalu. Selama hampir dua dekade, program ini berkembang dari kegiatan edukasi sederhana menjadi gerakan sosial berbasis kesehatan, gizi, dan perubahan perilaku hidup bersih sehat di berbagai daerah Indonesia.

Di tengah isu stunting, krisis pangan global, dan tantangan kualitas sumber daya manusia Indonesia, Japfa mengambil peran lebih besar dalam membangun masa depan generasi muda.

Momentum 18 tahun ‘Japfa for Kids’ datang bersamaan dengan semakin agresifnya Japfa memperkuat strategi keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dalam laporan ‘Keberlanjutan 2025’ perusahaan yang bertema ‘Berkelanjutan dari Dalam ke Luar’, Japfa menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar laporan administratif, melainkan praktik nyata yang dibangun dari penguatan sumber daya manusia, inovasi operasional, hingga keterlibatan masyarakat.

Renaldo Santosa, Direktur Utama sekaligus Ketua Komite Keberlanjutan di Japfa, menegaskan bahwa keberlanjutan perusahaan berawal dari lini paling depan, yakni manusia yang menjalankan ekosistem pangan.

“Keberlanjutan bermula dari lini terdepan, di mana keterampilan dan inovasi insan Japfa mendukung ekosistem pangan yang tangguh dan bertanggung jawab,” ujar Renaldo dalam laporan tersebut.

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap ketahanan pangan dan kualitas nutrisi masyarakat, Japfa mencoba memosisikan diri bukan hanya sebagai perusahaan agrifood (pangan yang berbasis pertanian), tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial.

Berlanjut setelah iklan.

Perusahaan agrifood yang terintegrasi

Japfa bukan pemain baru dalam industri pangan nasional. Berdiri sejak 1971 di Surabaya sebagai produsen pelet kopra, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu perusahaan agrifood terintegrasi terbesar di Indonesia.

Model bisnis Japfa mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir:

Melalui anak usahanya, Ciomas Adisatwa dan So Good Food, Japfa memproduksi lebih dari 100 jenis produk protein hewani segar maupun olahan. Perusahaan juga memiliki jaringan rumah potong ayam tipe A, fasilitas hatchery (penetasan), hingga distribusi logistik dingin yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara di sektor kesehatan hewan, Japfa mengandalkan Vaksindo Satwa Nusantara, produsen vaksin hewan pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1983. Vaksindo kini memiliki laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) dan memproduksi vaksin untuk unggas hingga ternak besar dengan standar ISO 9001:2015 dan GMP.

Selain itu, melalui Agrinusa Jaya Santosa (AJS), Japfa mengembangkan premiks, obat-obatan hewan, hingga solusi peternakan modern.

Kekuatan rantai bisnis terintegrasi itulah yang membuat Japfa menjadi salah satu produsen protein hewani terbesar nasional. Operasional perunggasan bahkan disebut menyumbang sekitar 90% pendapatan perusahaan.

Pada 2025, penjualan neto Japfa mencapai Rp 60,7 triliun, meningkat dibanding Rp 55,8 triliun pada 2024. Perusahaan juga memiliki lebih dari 31.609 karyawan yang tersebar di berbagai wilayah operasional Indonesia.

Peningkatan kualitas hidup anak-anak sekolah dasar

Namun di balik angka bisnis tersebut, Japfa menyadari bahwa isu pangan tidak lagi hanya bicara soal produksi dan distribusi, melainkan juga akses gizi dan kualitas generasi mendatang.

Di banyak perusahaan, program Corporate Social Responsibility (CSR) kerap berakhir sebagai kegiatan seremonial tahunan. Namun Japfa mencoba membangun pendekatan berbeda melalui ‘Japfa for Kids’.

Program ini fokus pada peningkatan kualitas hidup anak-anak sekolah dasar melalui edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta kampanye konsumsi protein hewani.

Sepanjang 2025, ‘Japfa for Kids’ disebut telah menjangkau 15.498 anak di 9 kabupaten melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi nutrisi, dan program ‘1 Hari 1 Telur’. Kegiatan terbaru pada Mei 2026 dilakukan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang melibatkan lebih dari 1.100 siswa dan 8 sekolah dasar.

Program tersebut bukan sekadar pembagian makanan tambahan. Dalam praktiknya, ‘Japfa for Kids’ melibatkan guru, orang tua, tenaga kesehatan, hingga pemerintah daerah agar perubahan perilaku dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pendekatan itu terlihat dalam penelitian berjudul ‘Keberlanjutan Program Japfa for Kids melalui Kegiatan Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan di SDN Kemakmuran Kota Cirebon’ yang dilakukan peneliti Universitas Indonesia, Nia Kurnianingtyas dan Triyanti Anugrahini.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pembangunan Manusia Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 itu menemukan bahwa program ‘Japfa for Kids’ berhasil menciptakan perubahan perilaku nyata di sekolah. Salah satu perubahan paling terlihat adalah pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Siswa diwajibkan membawa kotak makan dan botol minum sendiri dari rumah. Bahkan pedagang sekolah sepakat tidak melayani siswa yang tidak membawa wadah makan dan minum pribadi.

Penelitian itu juga mencatat keberhasilan program didukung oleh 5 strategi utama:

  1. pendekatan non-direktif
  2. pengembangan komunitas
  3. pelembagaan perubahan perilaku
  4. pembentukan sistem keberlanjutan
  5. exit strategy sejak awal program.

Artinya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi sejauh mana masyarakat mampu melanjutkan kebiasaan baik setelah pendampingan selesai.

Keberlanjutan jadi strategi bisnis jangka panjang

Perubahan strategi perusahaan seperti Japfa tidak bisa dilepaskan dari tekanan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Isu perubahan iklim, gangguan rantai pasok pangan, hingga tuntutan konsumen terhadap produk yang lebih sehat dan ramah lingkungan membuat Japfa menghadapi tantangan besar.

Dalam laporan keberlanjutannya, Japfa mengakui bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian penting strategi bisnis jangka panjang perusahaan. Karena itu, perusahaan mulai memperkuat investasi sosial dan lingkungan secara agresif.

Pada 2025, Japfa mengalokasikan investasi keberlanjutan sebesar Rp 466,9 miliar untuk berbagai program lingkungan dan sosial.

Pendanaan hijau juga mulai diperoleh perusahaan. Japfa mendapat fasilitas Sustainability-linked Loan senilai USD 150 juta dari DBS Bank dan Rabobank yang dikaitkan dengan target pengurangan konsumsi air, transisi energi bersih, dan peningkatan akses gizi anak melalui ‘Japfa for Kids’.

Di sektor lingkungan, perusahaan mengembangkan fasilitas daur ulang air di 8 rumah potong ayam dan 1 hatchery di berbagai daerah seperti Pemalang, Boyolali, Magelang, hingga Medan.

Perusahaan juga mengklaim berhasil menurunkan konsumsi batu bara sebesar 70,38% dibanding tahun sebelumnya sebagai bagian dari target transisi energi.

Selain itu, Japfa meluncurkan 2 program inovasi internal pada 2025, yakni Japfa Innovation Awards dan Japfa Sustainability Initiative Awards (JSIA), yang mendorong karyawan menciptakan solusi efisiensi dan pengurangan limbah.

Di sektor akuakultur, perusahaan juga memperkenalkan teknologi Super PL untuk budidaya udang vaname yang diklaim meningkatkan ketahanan benur dan efisiensi panen.

Penguatan riset dan teknologi

Di Indonesia, persoalan gizi masih menjadi tantangan besar. Pemerintah terus mendorong penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas konsumsi protein masyarakat.

Dalam konteks itu, perusahaan seperti Japfa berada di posisi strategis karena menguasai rantai pasok protein hewani dari produksi hingga distribusi. Namun tantangannya tidak sederhana. Industri pangan nasional menghadapi tekanan harga bahan baku, fluktuasi global, wabah penyakit hewan, hingga perubahan iklim yang dapat mengganggu produksi.

Karena itu, penguatan riset dan teknologi menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Melalui research farm dan tim nutrisi, Japfa mengembangkan formulasi pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan iklim dan pola budidaya di Indonesia.

Produk pakan seperti Comfeed dan Benefeed menjadi salah satu lini utama bisnis perusahaan.

Di sektor pembibitan, Japfa memiliki lebih dari 80 fasilitas pembibitan dan penetasan DOC (day-old chicks) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan juga memiliki hak eksklusif distribusi strain ayam Indian River dari Aviagen untuk pasar Indonesia melalui merek MB202.

Sementara di lini konsumen, Japfa mulai memperluas hilirisasi pangan sehat melalui peluncuran ayam probiotik ‘Olagud’ pada 2024 yang diklaim memiliki kadar protein dan kolagen lebih tinggi serta lemak lebih rendah.

Langkah itu menunjukkan bahwa persaingan industri pangan ke depan bukan hanya soal kuantitas produksi, tetapi kualitas nutrisi dan keberlanjutan.

Ikut membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia

Kekuatan terbesar program seperti ‘Japfa for Kids’ justru terlihat di ruang-ruang kelas sederhana. Di sekolah-sekolah yang sebelumnya minim edukasi gizi, anak-anak mulai memahami pentingnya sarapan sehat, mencuci tangan, hingga mengurangi sampah plastik.

Guru tidak lagi hanya mengajar mata pelajaran formal, tetapi juga pola hidup sehat. Orang tua mulai terlibat dalam perubahan kebiasaan makan anak-anak mereka.

Bagi perusahaan, program seperti ini mungkin bagian dari strategi keberlanjutan. Namun bagi banyak anak di daerah, program tersebut bisa menjadi titik awal perubahan kualitas hidup.

Di usia ke-18, ‘Japfa for Kids’ tampaknya sedang bergerak melampaui citra program CSR konvensional. Ia berkembang menjadi bagian dari strategi besar tentang bagaimana korporasi ikut membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dari bonus demografi yang kerap disebut sebagai peluang emas Indonesia, pertanyaannya kini bukan lagi apakah perusahaan harus terlibat dalam isu sosial, melainkan seberapa besar dampak nyata yang mampu mereka tinggalkan untuk generasi penerus di negeri ini.

PDF

Terkait dengan Pasar
TEMUKAN
agriNews Play - Los podcast del sector ganadero en español
agriCalendar - Kalender acara di dunia peternakanagriCalendar
agrinewsCampus - Kursus pelatihan untuk sektor peternakan