
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, melalui Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Cecep Muhammad Wahyudin, memberi apresiasi atas langkah pemerintah dalam melindungi peternak ayam petelur dari kerugian yang berkepanjangan.
Menurut Cecep, satu penyebab anjloknya harga telur ayam adalah karena sejak April 2026, ada kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditiadakan pada hari Sabtu dan hari libur.
Ia mengalkulasi, jika diasumsikan saat ini ada 60 juta penerima manfaat MBG, maka diperlukan 60 juta butir telur ayam. Bila hanya 50% yang mengonsumsi telur ayam, maka diperlukan 30 juta butir telur ayam per hari.
Karena hari Sabtu ditiadakan, berarti ada empat hari Sabtu dalam sebulan yang dikalkulasi setara dengan 120 juta butir telur ayam atau 8 juta kg atau 8.000 ton yang hilang. Bila harga telur ayam Rp 25.000 per kg, berarti ada sekitar Rp 200 miliar belanja telur ayam yang hilang per bulan.
Karena itu, kata Cecep, Kadin mendorong agar dapur-dapur MBG kembali meningkatkan penggunaan telur ayam sebagaimana upaya yang hendak dilakukan pemerintah.

Cecep Muhammad Wahyudin
Langkah-langkah pemerintah
Pada 9 Juni 2026, para peternak ayam petelur mendatangi Kementerian Pertanian untuk meminta langkah nyata dari pemerintah.
Merespon tuntutan itu, Amran Sulaiman, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), mengungkapkan pihaknya melakukan sejumlah upaya demi mengatasi anjloknya harga telur ayam: