27 Agu 2025

Kadin Indonesia bangun 270 dapur MBG senilai Rp 540 miliar

Ketua Umum Kadin Indonesia mengungkapkan proyek tersebut ditargetkan rampung pada September atau Oktober 2025.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membangun sebanyak 270 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan dana yang dihabiskan mencapai sekitar Rp 540 miliar.

Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia, mengungkapkan proyek tersebut ditargetkan rampung pada September atau Oktober 2025.

Ia mengatakan modal yang dikeluarkan untuk membangun dapur-dapur MBG tersebut bisa mendatangkan keuntungan dan bisa juga sebaliknya. Namun ini merupakan bagian dari risiko sebagai pengusaha.

Meski demikian, katanya, Kadin Indonesia tetap semangat untuk memberikan dukungan karena percaya pemerintah dapat menjalankan program MBG dengan baik dan berkelanjutan. Bahkan, dukungan juga datang dari perwakilan Kadin dari berbagai daerah.

Anindya menekankan pentingnya kepercayaan terhadap program MBG agar akselerasinya bisa mendorong perekonomian daerah.

“Ada peran Kadin lewat dapur-dapur MBG ini. Manfaatnya bukan hanya untuk 80 juta penerima, tetapi banyak efek turunan lainnya,” katanya.

“Keterlibatan Kadin dalam program MBG tidak hanya berpusat di tingkat nasional, melainkan juga melibatkan Kadin di tingkat kabupaten/kota. Dengan begitu, Kadin bisa menjadi penggerak perekonomian daerah.”

Berlanjut setelah iklan.

Target 1.000 dapur MBG

Ke depannya, Kadin Indonesia menargetkan untuk membangun setidaknya 1.000 dapur MBG secara bertahap. Menurut Anindya, ini menjadi bagian dari langkah pihaknya untuk turut serta menggerakkan perekonomian daerah.

Sebelumnya, Kadin Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kadin Perancis (Mouvement des entreprises de France, disingkat MEDEF) di mana MEDEF akan membantu Kadin Indonesia dalam membangun 1.000 dapur MBG tersebut.

Selain itu, Anindya mengungkapkan bahwa lewat Tempo Scan Pacific, Kadin Indonesia akan membuat buku panduan dalam membangun dapur MBG. Pihaknya kemudian mengajak negara lain termasuk Perancis dan China untuk ikut berpartisipasi.

Dari 1.000 dapur MBG tersebut, pembangunannya tersebar di 16 lokasi, mulai dari Bandung, Tegal, Banjarmasin, hingga Palembang.

Keenam belas lokasi itu akan menjadi proyek percontohan yang nantinya dapat diadopsi dengan anggota Kadin Indonesia lainnya.

Dibutuhkan sistem logistik terintegrasi

Demi mencegah peristiwa keracunan dan hal terkait lainnya, kata Cecep Muhammad Wahyudin, Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan di Kadin Indonesia, sistem logistik yang terintegrasi dan tersambung rantai pasoknya sangat diperlukan.

“Ini demi menjaga mutu gizi dan keamanan pangannya,” tegas Cecep.

Menurutnya, tingkat food loss (kehilangan makanan baik kuantitas maupun kualitas) di Indonesia cukup tinggi, mengingat belum memadainya infrastruktur logistik seperti cold storage. “Ini jadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.

Cecep menjelaskan, perbaikan yang dilakukan harus menyeluruh, menyasar setiap tahap dalam rantai distribusi mulai dari first mile hingga last mile logistics. Penyelesaian masalah di setiap titik distribusi ini diperlukan untuk mencapai efisiensi logistik yang lebih baik, termasuk memastikan standar rantai dingin terjaga hingga pengiriman terakhir.


Terkait dengan Olahan
TEMUKAN
AgriFM - Podcast sektor peternakan dalam bahasa Spanyol
agriCalendar - Kalender acara di dunia peternakanagriCalendar
agrinewsCampus - Kursus pelatihan untuk sektor peternakan