20 Apr 2026

Pengelola KFC Indonesia rugi Rp 369 miliar di 2025

Meski rugi berhasil ditekan, beban utang justru melonjak tajam di tengah penutupan puluhan gerai.

Fast Food Indonesia, pengelola jaringan restoran cepat saji KFC di Indonesia, membukukan rugi bersih sebesar Rp 369 miliar di 2025, membaik dibandingkan rugi Rp 798 miliar pada tahun sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan perusahaan.

Intinya, Fast Food Indonesia masih menghadapi tekanan berat sepanjang 2025. Meski rugi berhasil ditekan, beban utang justru melonjak tajam di tengah penutupan puluhan gerai. Sehingga perbaikan performa keuangan ini belum cukup untuk mengangkat kinerja operasional ke zona positif.

Secara operasional, perusahaan masih mencatat rugi usaha sebesar Rp 311 miliar. Sementara itu, pendapatan tercatat stagnan di kisaran Rp 4,88 triliun.

Di sisi lain, tekanan justru datang dari struktur keuangan. Utang bank jangka panjang Fast Food Indonesia melonjak drastis menjadi Rp 1,82 triliun pada 2025, dari hanya sekitar Rp 353 miliar pada tahun sebelumnya.

Auditor juga menyoroti adanya ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha. Ini tercermin dari posisi liabilitas jangka pendek yang melebihi aset lancar hingga Rp 1,3 triliun, serta akumulasi kerugian yang telah menembus Rp 507 miliar.

Di tengah tekanan tersebut, Fast Food Indonesia melakukan penyesuaian jaringan bisnis. Jumlah gerai tercatat menyusut menjadi 690 outlet pada akhir 2025, dari 715 outlet pada 2024, atau berkurang 25 gerai.

Meski demikian, perusahaan tetap agresif melakukan belanja modal. Arus kas untuk aktivitas investasi tercatat mencapai Rp 1 triliun, mayoritas digunakan untuk penambahan aset tetap dan renovasi.

Berlanjut setelah iklan.

Di sisi likuiditas, perusahaan masih mencatat arus kas operasi positif sebesar Rp 203 miliar.

PDF

Terkait dengan Olahan
TEMUKAN
agriNews Play - Los podcast del sector ganadero en español
agriCalendar - Kalender acara di dunia peternakanagriCalendar
agrinewsCampus - Kursus pelatihan untuk sektor peternakan