H&N Wide banner Universe - Indonesia

17 Mei 2026

Kementan: Tambah menu telur di MBG agar harga telur naik

Stok telur nasional masih surplus sekitar 13% dari total kebutuhan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) meminta agar menu telur ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditambah agar harga telur di tingkat peternak yang saat ini anjlok bisa terangkat naik.

Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) di Kementan, mengatakan pihaknya telah mengadakan rapat dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi anjloknya harga telur di tingkat peternak, mulai dari asosiasi dan koperasi peternak ayam telur, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

Saat ini, harga telur ayam di tingkat peternak anjlok hingga mencapai Rp 22.500 per kg. Padahal harga acuan pembelian (HAP) di tingkat produsen/peternak mencapai Rp 26.500 per kg.

Di sisi lain, stok telur nasional masih surplus sekitar 13% dari total kebutuhan nasional. Untuk itu, Agung meminta agar ada penambahan porsi telur dalam menu MBG.

“Kita tentu mendorong agar program MBG juga bisa meningkatkan menu telur per minggunya. Juga kita meminta agar harga beli telur ini juga mengikuti harga yang ditetapkan oleh Peraturan Bapanas,” ujar Agung usai melakukan rapat dengan para asosiasi dan peternak di kantor pada 12 Mei 2026.

Distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit

Selain itu, Kementan meminta agar telur ayam didistribusikan dari daerah surplus ke daerah defisit untuk solusi lainnya. Agung menerangkan di saat harga telur di tingkat peternak di Jawa anjlok, di daerah Papua dan Maluku masih mengalami harga tinggi.

Berlanjut setelah iklan.

“Kita masih punya Pulau Papua yang masih di bawah 0,4% produksinya, Maluku juga sama. Karena itu, salah satu upaya kita untuk stabilisasi harga ini adalah bagaimana memfasilitasi distribusi dari daerah produsen ke daerah yang masih defisit atau daerah surplus ke daerah defisit,” terangnya.

Permainan tengkulak

Sebelumnya, Herry Dermawan, Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), mengatakan harga telur ayam di tingkat peternak yang anjlok tak lepas dari permainan tengkulak.

“Jadi harga yang sekarang ini bukan harga asli. Ada tengkulak. Bisa dari peternak butuh duit dijual semurahnya. Jadi, harga telur dan ayam hidup itu sangat sensitif terhadap isu,” ujarnya.

Herry telah meminta bantuan kepada pemerintah untuk menindak para tengkulak yang berani mempermainkan harga. Sebab, harga telur di tingkat peternak saat ini tidak wajar.

“Kita juga minta bantuan Satgas Pangan terhadap harga yang tidak wajar ini. Kalian tahu tadi harga berapa dibilang? Rp 21.000 per kg. Kalian beli telur berapa? Rp 29.000-30.000 per kg. Lalu siapa yang menikmati Rp 8.000 itu? Itu yang saya bilang, harga sekarang ini bukan harga asli,” kata dia.

Kondisi inilah yang membuat peternak merugi. Padahal biaya produksi peternak telur berkisar Rp 24.000 per kg.

PDF

Terkait dengan Pasar komoditas
TEMUKAN
agriNews Play - Los podcast del sector ganadero en español
agriCalendar - Kalender acara di dunia peternakanagriCalendar
agrinewsCampus - Kursus pelatihan untuk sektor peternakan