


Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 335 triliun di 2026. Nilai ini melonjak signifikan dibandingkan alokasi 2025 yang sebesar Rp 171 triliun.
Dari sisi sasaran, program andalan pemerintah ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat sepanjang 2026.
Harry Su, Managing Director Research and Digital Production di Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan program MBG menjadi katalis positif untuk perusahaan-perusahaan unggas karena akan membantu permintaan menjadi lebih solid.
Bahkan ketika ekonomi di 2025 sedikit melambat, harga ayam tidak terpukul dalam, terutama di semester II-2025. Selain itu, program MBG setidaknya akan menyempitkan ruang kerugian biologis akibat culling, paparnya.
Harry menilai emiten-emiten sektor unggas seperti Japfa Comfeed Indonesia dan Charoen Pokphand Indonesia berpeluang besar meraup manfaat dari program unggulan pemerintah tersebut. Kedua emiten ini diperkirakan menguasai sekitar 75% pangsa pasar unggas nasional.
“Terutama Japfa yang telah mengumumkan secara resmi telah bekerja sama dengan pemerintah terkait program ini tahun lalu,” kata Harry.
Meski demikian, para investor tetap perlu mencermati perkembangan rencana BPI Danantara yang disebut-sebut akan menginisiasi pembangunan peternakan ayam baru untuk turut memasok kebutuhan program MBG.
“Menurut kami, jika ini dilakukan melalui entitas baru dan tidak menggandeng para pelaku industri yang sudah ada, ada potensi harga ayam akan tertekan akibat kenaikan jumlah suplai,” terangnya.