Sreeya Sewu Indonesia, perusahaan unggas terintegrasi, bakal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk mengangkat Presiden Direktur baru setelah Sungkono Sadikin mengundurkan diri.
Berdasarkan pengumuman pemanggilan RUPSLB, Sreeya bakal menggelar rapat pada 16 Oktober 2025 di Jakarta.
“Mata acara rapat adalah persetujuan perubahan susunan anggota dewan komisaris dan/atau direksi perseroan,” tulis manajemen Sreeya dalam keterbukaan informasi.
Agenda itu digelar setelah Presiden Direktur Sreeya Sungkono Sadikin menyampaikan pengunduran diri melalui surat tertanggal 15 September 2025.
“Dengan surat ini saya menyampaikan pengunduran diri saya dari jabatan sebagai Presiden Direktur/CEO PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk. Sesuai ketentuan dari OJK maka saya mengusulkan agar dapat dilaksanakan secara formal dengan pelaksanaan RUPSLB pada tanggal 16 Oktober 2025,” tulis Sungkono.
Dalam surat tersebut, Sungkono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemegang saham, dewan komisaris, jajaran direksi, serta seluruh karyawan atas dukungan, kerja sama, dan kesempatan selama menjabat Presiden Direktur Sreeya.
“Saya berharap PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk akan semakin berkembang, memberikan kontribusi yang besar bagi para pemangku kepentingan, dan terus menjadi perusahaan yang membanggakan di masa mendatang,” harap Sungkono dalam surat pengunduran dirinya.
Menurut situs resmi Sreeya, Sungkono diangkat sebagai Presiden Direktur perseroan berdasarkan persetujuan Pemegang Saham pada RUPSLB yang diselenggarakan pada 6 Januari 2022.
Sungkono disebut memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun bekerja di fast-moving consumer goods (FMCG) baik di perusahaan nasional maupun multinasional, antara lain Presiden Komisaris Kino Indonesia dan Divisi Air dan Minuman Indofood Sukses Makmur.
Pria yang meraih gelar sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada 1991 itu juga tercatat pernah memimpin International Business di Wings Group di mana ia membuka kantor Wings di Malaysia, Nigeria, Filipina, UEA dan Vietnam.