
Sreeya Sewu Indonesia telah mengangkat Eddy Tamboto sebagai Direktur Utama, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 16 Oktober 2025.
Pengangkatan Direktur Utama baru ini menyusul persetujuan pengunduran diri dari Sungkono Sadikin, Direktur Utama lama.
Menurut laman resmi perseroan, Eddy saat ini juga menjabat sebagai Managing Director di Gunung Sewu Kencana, jabatan yang sudah ia emban sejak Maret 2021.
Sebelumnya ia telah menghabiskan selama lebih dari dua dekade bersama Boston Consulting Group di mana ia menduduki berbagai posisi kepemimpinan dengan jabatan terakhir sebagai Managing Director & Senior Partner.
Saat bersama Boston Consulting Group, Eddy memberikan advis terkait strategi korporasi, pengembangan organisasi, dan transformasi bisnis ke banyak perusahaan di berbagai negara.
Eddy mengantongi gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Michigan dan Bachelor of Science in Industrial Engineering dari University of Iowa di Amerika Serikat.
Ia juga merupakan anggota aktif di Young Presidents’ Organization (YPO) – Indonesia Chapter.

Eddy Tamboto
Manajemen baru
RUPSLB yang dipimpin Antonius Joenoes Supit, Komisaris Utama dan Komisaris Independen itu, juga menyetujui perubahan susunan dewan komisaris dan direksi perseroan.
Masa jabatan manajemen baru akan berlaku hingga ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2027.
Dewan Komisaris:
Direksi:
Apresiasi dari Sungkono
Sungkono, dalam sambutan perpisahannya, menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap prospek Sreeya di bawah kepemimpinan manajemen baru.
“Saya yakin Sreeya Sewu Indonesia akan tetap melanjutkan kiprahnya. Dasar-dasarnya sudah baik, manajemen yang baru juga lebih energik. Di bawah kepemimpinan Pak Eddy Tamboto, saya yakin semuanya akan berjalan lebih baik dan sukses,” ujarnya.
Sungkono menambahkan bahwa momentum industri perunggasan nasional sedang berada dalam tren positif, didukung oleh perbaikan harga ayam hidup dan DOC, serta efisiensi operasional yang membaik.