Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai berbagai program strategis pemerintah mulai memberikan dampak nyata terhadap geliat ekonomi nasional pada kuartal IV-2025.
Peningkatan konsumsi domestik dan derasnya arus investasi menjadi indikator utama penguatan ekonomi di penghujung tahun tersebut.
Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia, mengungkapkan bahwa sejumlah inisiatif seperti pembangunan infrastruktur, renovasi sekolah, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain konsumsi, perbaikan ekonomi juga ditopang oleh solidnya arus investasi, baik penanaman modal asing maupun investasi domestik.
Menurut Anindya, tren positif ini merupakan buah dari kerja keras sepanjang tahun dan diharapkan menjadi modal kuat menghadapi ketidakpastian global di 2026.
“Kita mesti terus membangun. Walaupun di dunia banyak pertanyaan dan hambatan, tapi kita merasakan dampak pembangunan sudah terlihat sampai ke daerah,” tambahnya.
Ikut menyukseskan program MBG
Kadin Indonesia juga mengambil peran aktif dalam menyukseskan program pemerintah, salah satunya melalui pengembangan fasilitas pendukung program MBG.
Anindya menyebut Kadin Indonesia terlibat dalam pengelolaan 1.000 titik dapur dari total 30.000 unit yang direncanakan secara nasional.
Keterlibatan ini diklaim mampu mendorong hilirisasi di sektor pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
“Ini sudah bergulir dan mendapatkan pendanaan kembali, sehingga menjadi inisiatif untuk memperkuat hilirisasi dari pertanian dan peternakan,” pungkas Anindya.