


Opini ini ditulis oleh Dr drh Jafrizal MM, Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Sumatera Selatan.
Keputusan pemerintah Republik Indonesia mengalihkan kewenangan impor bahan pakan asal tumbuhan, khususnya kedelai dan bungkil kedelai (soybean meal/SBM), dari swasta ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan menandai satu hal penting: Negara mulai kembali masuk lebih dalam ke urusan perut rakyat.
Di atas kertas, kebijakan ini terdengar ideal. Negara ingin memastikan pasokan pakan ternak tetap tersedia, harga stabil, dan pada akhirnya harga daging ayam dan telur tetap terjangkau, terutama di tengah akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, di lapangan, kebijakan ini menyimpan pertanyaan besar: Apakah penataan impor ini akan menjadi solusi struktural atau justru menciptakan ketergantungan baru?
Pakan ternak: Jantung industri perunggasan
Tak ada yang bisa membantah, pakan adalah komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan unggas, bisa mencapai 60-70% dari biaya produksi. Dan di dalam pakan, bungkil kedelai adalah sumber protein utama yang hingga hari ini masih sangat bergantung pada impor.
Dengan pertumbuhan populasi ayam ras, sapi perah, dan sapi pedaging, ditambah dorongan program MBG, kebutuhan bungkil kedelai hampir pasti meningkat tajam. Maka logika pemerintah sederhana: Jika volumenya besar dan strategis, negara harus hadir mengatur.
Namun, pengalaman kita mengajarkan bahwa menguasai impor tidak otomatis berarti menguasai harga.
BUMN Pangan: Penugasan strategis, beban besar
Penugasan kepada BUMN Pangan seperti PT Berdikari patut diapresiasi sebagai langkah keberanian negara mengambil alih komoditas strategis. Tetapi di sinilah ujian sesungguhnya dimulai.
Impor bahan baku pakan bukan sekadar soal membeli dan mendistribusikan. Ia menuntut:
Keterlambatan pasokan atau salah membaca momentum harga dunia akan berdampak langsung ke peternak, terutama peternak mandiri yang tidak punya bantalan modal seperti perusahaan besar yang terintegrasi.
Jika tata kelola BUMN tidak gesit, kebijakan ini bisa berubah dari alat stabilisasi menjadi sumber kegelisahan baru di kandang-kandang rakyat.
Antara stabilitas harga dan kompetisi sehat
Pemerintah menekankan bahwa stabilisasi harga pakan penting untuk mencegah masuknya produk unggas murah impor. Argumen ini valid. Namun stabilitas tidak boleh dimaknai sebagai monopoli tertutup.
Swasta selama ini berperan besar dalam menjaga kelancaran pasokan. Jika peralihan ini tidak diiringi mekanisme partisipasi swasta, keterbukaan harga, serta pengawasan publik yang kuat, maka risiko inefisiensi justru semakin besar.
Negara harus hadir sebagai dirigen, bukan sebagai satu-satunya pemain.
Masalah utama yang belum dijawab: Ketergantungan impor
Kebijakan ini, jujur saja, masih berkutat di hilir. Kita menata impor, bukan mengurangi ketergantungan. Padahal pertanyaan besarnya adalah: Sampai kapan protein pakan kita bergantung pada luar negeri?
Tanpa investasi serius pada pengembangan sumber protein lokal (fermentasi, serangga, legum lokal, dan sebagainya), revitalisasi industri pengolahan kedelai domestik, riset pakan alternatif, maka BUMN hanya akan menjadi pengelola ketergantungan, bukan pemutusnya.
Penutup: Negara hadir, tapi harus cerdas
Pengalihan impor bungkil kedelai ke BUMN Pangan adalah sinyal kuat bahwa negara ingin mengendalikan komoditas strategis. Itu langkah berani. Namun keberanian saja tidak cukup.
Keberhasilan kebijakan ini akan diukur dari satu hal sederhana di kandang peternak:
Jika jawabannya ‘ya’, maka negara benar-benar hadir.
Jika tidak, kebijakan ini hanya akan menjadi narasi besar tanpa gema di lapangan.
Menuju Indonesia Emas 2045, peternakan tidak butuh janji. Ia butuh pakan yang terjangkau, kebijakan yang konsisten, dan negara yang bekerja senyap tapi tepat sasaran.
PENULIS

Resistensi antimikroba dalam rantai pangan unggas dan strategi baru untuk pengendalian bakteri
Edgar O. Oviedo-Rondón
Pentingnya pelatihan staf tentang isu kesejahteraan hewan di industri unggas
M. Verónica Jiménez Grez
Pengendalian hama tikus adalah kunci dalam biosekuriti dan keberlanjutan unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón
Inisiatif Salmonella di industri unggas AS selama tahun 2024
Bill Potter
Pembersihan dan desinfeksi kandang berdinding terbuka dan produksi broiler pada musim lembab
Mabel Sibonginkosi Ndebele
Kualitas anak ayam – bagian II
H&N Technical Team
Cara memaksimalkan manfaat dari sarang komunitas Van Gent bagian 2 – Manajemen
Winfridus Bakker
Faktor dan strategi yang membantu meningkatkan kenyamanan termal unggas
Humberto Marques Lipori
Solusi potensial untuk sindrom hemoragik hati berlemak pada ayam petelur
Edgar O. Oviedo-Rondón
Newcastle disease: Mengetahui virusnya dengan lebih baik untuk membuat keputusan pengendalian terbaik. Bagian I
Eliana Icochea D’Arrigo
Varian virus Infectious Bursal Disease: Tantangan bagi vaksin komersial?
Arlen P. Gomez Gloria C. Ramirez-Nieto Maria Paula Urian Avila
Sorotan penelitian dari International Poultry Scientific Forum 2025
Edgar O. Oviedo-Rondón
Wawancara dengan Fahad Alfayez
Fahad Alfayez
Asam hipoklorit, era baru dalam pemurnian air!
José Luis Valls García
Mengelola floor egg pada broiler breeder
Cobb Technical Services Team
Rearing: “Awal yang tepat” untuk produksi telur yang unggul
Kali Simioni
Vaccinating for Marek’s? Don’t be Thrown Off by PFU Levels
Isabel M. Gimeno
Praktik biosekuriti untuk melindungi peternakan anda dari avian influenza
Dr. Algis Martínez - DVM -ACPV Diplomate
Mengapa kita harus memisahkan bungkil kedelai berdasarkan asalnya dalam formulasi pakan unggas?
Edgar O. Oviedo-Rondón
Keberlanjutan untuk industri unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón Minliang Yang
Teknologi mesin penglihatan untuk memantau kesejahteraan unggas
Lilong Chai
Distribusi ayam yang tidak merata dapat menyebabkan kerugian
Brian Fairchild Michael Czarick
Infeksi Enterococcus mengurangi daya tetas dan meningkatkan kematian dini
Edgar O. Oviedo-Rondón
Mendeteksi broiler pada berbagai usia dengan model deep learning yang canggih
Lilong Chai
Manajemen jantan breeder untuk performa yang lebih baik
Gabriel Novaes - Veterinarian and Animal Reproduction Specialist at Cobb-Vantress Luciano Keske - Veterinarian and Associate Director of Technical Service at Cobb-Vantress for Latin America and Canada
Zoonosis avian influenza
Gary García-Espinosa
Gelombang panas dan pentingnya lingkungan pada ayam petelur
Alessandra Arno Iran José Oliveira da Silva
Tanin terkondensasi dan mikotoksin pada sorgum genotipe cokelat: Tantangan baru yang harus diatasi dalam produksi unggas
Dr. Marta Jaramillo
Manajemen pemberian pakan pada ayam petelur
H&N Technical Department
BioZyme® mengandalkan AO-Biotics® untuk menyelesaikan misinya
Biozyme Technical Team
Keberlanjutan dalam produksi unggas melalui penggunaan feses unggas yang efisien
Zucami Technical Team
Ringkasan pembelajaran dari Pertemuan Kelompok Penelitian Inkubasi & Fertilitas (IFRG) ke-49
Edgar O. Oviedo-Rondón
Unggas itu baik, orang harus mengetahuinya
Nicolò Cinotti
Kualitas anak ayam – Bagian I
H&N Technical Team
Kemajuan dalam strategi vaksin Salmonella unggas: Menyeimbangkan keamanan dan imunogenisitas
Santiago Uribe-Diaz
Bagaimana nutrisi unggas dapat dioptimalkan untuk mencapai profitabilitas dan keberlanjutan?
Edgar O. Oviedo-Rondón
Program pemberian pakan dengan cahaya sinyal untuk flok breeder
Chance Bryant
Dampak stres kronis dan radang usus pada kesehatan dan kinerja unggas komersial: Bagian II
Guillermo Tellez-Isaias
Antioksidan pada pakan layer
Christine Laganá
Alasan mengapa dunia beralih ke sangkar komunitas
Winfridus Bakker
Dari pengolahan ayam pedaging: Persiapan memberi makan bergizi pada dunia!
Eduardo Cervantes López
Bulu, kipas, dan Fahrenheit: Panduan utama untuk kenyamanan anak ayam!
Udaykumar Mudbakhe
Depresi, kecepatan udara dan jalur udara masuk
Brian Fairchild Michael Czarick
AO-Biotics® EQE, postbiotik baru yang menghasilkan keuntungan ekonomi pada ayam petelur
Biozyme Technical Team
Wawancara Evelien Germeraad
Evelien Germeraad
Probiotik, prebiotik, dan zat fitogenik untuk mengoptimalkan kesehatan usus unggas – Bagian 2
Guillermo Tellez-Isaias Hafez M Hafez Juan D. Latorre Sakine Yalçın
Probiotik, prebiotik dan substansi fitogenik untuk mengoptimalkan kesehatan usus unggas – Bagian 1
Guillermo Tellez-Isaias Hafez M Hafez Juan D. Latorre Sakine Yalçın
Vaksinasi in ovo dengan teknologi Embrex® membantu mendukung respons imun yang lebih awal dan lebih kuat pada anak ayam
Zoetis Technical Team
Ukuran telur
H&N Technical Team
Wawancara dengan Brian Fairchild
Brian Fairchild
Kedelai dengan kadar oleat tinggi dan dampaknya terhadap kualitas telur dan daging unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón
Metapneumovirus – epidemiologi dan musim
Edgar O. Oviedo-Rondón
Pengendalian serangga dalam produksi unggas
Gracieli Araujo Specialist in Animal Welfare - Cobb LatCan
Dampak stres kronis dan peradangan usus pada kesehatan dan kinerja unggas komersial: Bagian I
Guillermo Tellez-Isaias
Aplikasi saponin dalam produksi unggas
Ken Bafundo
Parameter kualitas kedelai dan bahan baku protein alternatif dalam nutrisi unggas
Güner GÖVENÇ
Patologi sistem imun dalam diagnosis imunosupresi pada unggas
Nestor Ledesma Martínez
Kesejahteraan hewan dan kecerdasan buatan: kombinasi dari perunggasan masa kini atau masa depan?
Dra. Elein Hernández
Memajukan kesehatan unggas: Peranan analisis prediktif dalam pencegahan penyakit
Talha Siddique
Kepatuhan biosekuriti: Keseimbangan antara budaya, kepribadian, pengalaman, edukasi dan teknologi
Edgar O. Oviedo-Rondón