Perusahaan unggas terintegrasi Malindo Feedmill membukukan penurunan laba bersih sebesar 62,21% secara tahunan menjadi Rp 135,65 miliar sepanjang Januari-September 2025 (kuartal III-2025).
Koreksi ini sejalan dengan penjualan perseroan yang juga turun secara tahunan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan:
Beban pokok penjualan sangat dipengaruhi bahan baku
Sementara itu, hampir seluruh beban pokok penjualan yang ditanggung Malindo Feedmill per kuartal III-2025 datang dari bahan baku yang berkontribusi sebesar 90,32% dari total beban pokok penjualan.
Nilainya mencapai Rp 7,66 triliun, naik 2,56% secara tahunan dari Rp 7,47 triliun pada periode sebelumnya.
Sementara itu, komponen beban terbesar kedua ada biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 298,38 miliar, atau naik 9,92% dari Rp 271,39 miliar pada periode sebelumnya.
Dengan mengalkulasi antara penjualan bersih dan beban pokok penjualan tersebut, laba bruto perseroan dalam sembilan bulan pertama 2025 tercatat sebesar Rp 765,48 miliar. Angka ini susut 36,10% dibanding laba bruto Januari-September 2024 sebesar Rp 1,19 triliun.
Laba periode berjalan
Sementara itu, laba periode berjalan Malindo Feedmill dalam sembilan bulan pertama 2025 mencapai Rp 135,62 miliar, atau terpangkas 62,22% secara tahunan dibanding laba periode berjalan yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 358,94 miliar.
Lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih perseroan mencapai Rp 135,65 miliar. Laba bersih ini turun 62,21% secara tahunan dibanding laba bersih periode sebelumnya sebesar Rp 358,98 miliar.