


Sejumlah analis masih memberikan rekomendasi ‘beli’ terhadap saham Japfa Comfeed Indonesia selepas perusahaan agro-pangan ini membukukan penurunan kinerja di paruh pertama 2025.
Sepanjang Januari-Juni 2025, penjualan bersih Japfa turun 0,6% secara tahunan menjadi Rp 27,48 triliun dari Rp 27,64 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Akibatnya, laba bersih Japfa pun menyusut 16,43% secara tahunan menjadi Rp 1,23 triliun pada semester I 2025 dari Rp 1,47 triliun pada semester I 2024.
Penyebab penurunan kinerja
Abdul Azis Setyo, Analis Kiwoom Sekuritas dalam riset terbarunya mengenai Japfa menerangkan bahwa penurunan kinerja Japfa di semester I 2025 dikarenakan permintaan yang lemah hingga turunnya harga jual rata-rata ayam hidup.
Direksi Japfa mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah ditantang oleh berbagai sentimen pelemahan daya beli masyarakat hingga fluktuasi nilai tukar rupiah yang membuat berat beban impor terhadap bahan baku.
Tinjauan segmen
Dari segmen penjualan, Japfa juga mencatatkan penjualan yang susut di sebagian besar segmen. Namun, segmen pemrosesan unggas dan produk konsumen tercatat tumbuh 19,4% secara tahunan menjadi Rp 5,0 triliun.
“Hal ini mencerminkan pergeseran konsumsi produk olahan,” kata Abdul dalam risetnya.
Selain itu, segmen akuakultur juga mencatatkan pertumbuhan 2,5% secara tahunan menjadi Rp 2,3 triliun dan perdagangan lainnya mencatatkan pertumbuhan penjualan 5,8% secara tahunan menjadi Rp 1,1 triliun.
Namun, sejumlah segmen lainnya seperti pakan, pembibitan, dan peternakan komersial masih tertekan.
Karena itu, Abdul merevisi target penjualan Japfa. Sebelumnya, Kiwoom memasang target penjualan senilai Rp 59,6 triliun atau naik 7% secara tahunan. Kini, Kiwoom hanya memproyeksikan pertumbuhan 3% secara tahunan menjadi Rp 57,6 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 3,12 triliun atau naik 3%.
Abdul masih merekomendasikan ‘beli’ untuk saham Japfa, dengan target harga Rp 2.010 per lembar.
Potensi penguatan dan risiko penurunan
Sejumlah potensi penguatan Japfa datang dari upaya pemerintah untuk melakukan pengendalian produksi melalui culling DOC dan broiler, kata Abdul.
“Sementara itu, risiko penurunan mencakup pelemahan daya beli konsumen, ketatnya persaingan pasar, serta kenaikan beban operasional yang berpotensi menekan profitabilitas ke depan,” tambahnya.
Jason Chandra, Analis CGS Internasional, percaya Japfa berpotensi untuk tumbuh di paruh kedua tahun ini. Ini didasarkan pada harga ayam yang akan membaik pada kuartal IV 2025 yang didukung oleh culling pemerintah dan dampak pemangkasan kuota grand parent stock.
Jason menekankan pada So Good Food, salah satu anak perusahaan Japfa, yang memiliki kapasitas produksi sekitar 8.000 ton produk berbasis ayam dan sekitar 5.000 ton sosis siap saji. Selain itu, Japfa juga melayani pesanan khusus untuk McDonald’s Indonesia.
“Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan terutama akan ditopang oleh inovasi produk baru dan perluasan saluran distribusi,” kata Jason dalam riset terbarunya.
Japfa dinilai mampu membukukan margin penjualan yang lebih tinggi setelah perusahaan berencana meningkatkan eksposur ke jalur perdagangan modern.
Meski ada harapan penguatan kinerja, sejumlah risiko penurunan berpotensi dialami oleh Japfa, dengan harga ayam yang lebih rendah dari perkiraan hingga harga bahan baku yang lebih tinggi.
“Risiko terhadap pandangan kami meliputi pelemahan daya beli yang lebih lanjut, gangguan pasokan bahan baku, serta intervensi pemerintah,” ungkap Victor Stefano dan Wilastita Muthia dari BRI Danareksa Sekuritas dalam analisis mereka.
Realisasi belanja modal
Japfa telah merealisasikan belanja modal senilai Rp 930 miliar sepanjang semester I 2025. Realisasi ini diharapkan mampu mendorong kinerja Japfa di tengah berbagai tantangan yang masih menghantui kinerja perusahaan di sisa 2025.
Erwin Djohan, Financial Controller Japfa, mengatakan sepanjang semester I 2025, Japfa telah menggelontorkan belanja modal untuk membangun tiga proyek strategis di berbagai lokasi di Indonesia:
Digitalisasi
Sejalan dengan proyek-proyek tersebut, Japfa optimis untuk membukukan kinerja yang positif sepanjang 2025. Meskipun begitu, sejumlah tantangan seperti lemahnya daya beli masyarakat dan fluktuasi nilai tukar rupiah menghantui kinerja Japfa.
Direksi Japfa menerangkan bahwa pelemahan daya beli masyarakat dan fluktuasi nilai tukar rupiah akan berpotensi menekan total pendapatan Japfa ke depannya. Namun, perusahaan tetap optimis memandang sisa tahun 2025.
“Jadi dua hal ini adalah sesuatu yang di luar kontrol perusahaan. Di tengah situasi seperti ini, dan salah satu caranya adalah digitalisasi,” kata Erwin.
Selain melakukan digitalisasi, Japfa juga tengah melakukan efisiensi produksi, operasional, hingga administrasi.
Sentimen positif dari program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprediksi bakal memberikan sentimen positif bagi kinerja Japfa. Melalui program ini, Japfa berpotensi mendapatkan sengatan dari penyediaan bahan baku bagi program tersebut.
Rachmat Indrajaya, Direktur Japfa, mengatakan sejak program ini berjalan pada 6 Januari 2025, Japfa telah melakukan pemenuhan suplai terhadap bahan baku MBG di sejumlah dapur MBG.
Senada, Erwin menerangkan kontribusi Japfa terhadap program MBG dilakukan secara langsung dan tidak langsung, baik di Jawa dan luar Jawa. Penyaluran produk-produk Japfa tidak hanya langsung menyasar dapur-dapur MBG, tetapi juga melalui sejumlah koperasi atau lembaga yang turut menjadi penyedia untuk dapur-dapur MBG.
Namun, Erwin menegaskan bahwa Japfa tidak menetapkan target pendapatan melalui program MBG. “Karena orientasinya seperti itu, kami hanya mengisi ruang yang ada. Jadi kami tetap kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak. Dan kalau memang ada ruang yang kosong yang mungkin kami bisa isi, ya tentu kami akan upayakan itu terjadi,” katanya.
PENULIS

Resistensi antimikroba dalam rantai pangan unggas dan strategi baru untuk pengendalian bakteri
Edgar O. Oviedo-Rondón
Pentingnya pelatihan staf tentang isu kesejahteraan hewan di industri unggas
M. Verónica Jiménez Grez
Pengendalian hama tikus adalah kunci dalam biosekuriti dan keberlanjutan unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón
Inisiatif Salmonella di industri unggas AS selama tahun 2024
Bill Potter
Pembersihan dan desinfeksi kandang berdinding terbuka dan produksi broiler pada musim lembab
Mabel Sibonginkosi Ndebele
Kualitas anak ayam – bagian II
H&N Technical Team
Cara memaksimalkan manfaat dari sarang komunitas Van Gent bagian 2 – Manajemen
Winfridus Bakker
Faktor dan strategi yang membantu meningkatkan kenyamanan termal unggas
Humberto Marques Lipori
Solusi potensial untuk sindrom hemoragik hati berlemak pada ayam petelur
Edgar O. Oviedo-Rondón
Newcastle disease: Mengetahui virusnya dengan lebih baik untuk membuat keputusan pengendalian terbaik. Bagian I
Eliana Icochea D’Arrigo
Varian virus Infectious Bursal Disease: Tantangan bagi vaksin komersial?
Arlen P. Gomez Gloria C. Ramirez-Nieto Maria Paula Urian Avila
Sorotan penelitian dari International Poultry Scientific Forum 2025
Edgar O. Oviedo-Rondón
Wawancara dengan Fahad Alfayez
Fahad Alfayez
Asam hipoklorit, era baru dalam pemurnian air!
José Luis Valls García
Mengelola floor egg pada broiler breeder
Cobb Technical Services Team
Rearing: “Awal yang tepat” untuk produksi telur yang unggul
Kali Simioni
Vaccinating for Marek’s? Don’t be Thrown Off by PFU Levels
Isabel M. Gimeno
Praktik biosekuriti untuk melindungi peternakan anda dari avian influenza
Dr. Algis Martínez - DVM -ACPV Diplomate
Mengapa kita harus memisahkan bungkil kedelai berdasarkan asalnya dalam formulasi pakan unggas?
Edgar O. Oviedo-Rondón
Keberlanjutan untuk industri unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón Minliang Yang
Teknologi mesin penglihatan untuk memantau kesejahteraan unggas
Lilong Chai
Distribusi ayam yang tidak merata dapat menyebabkan kerugian
Brian Fairchild Michael Czarick
Infeksi Enterococcus mengurangi daya tetas dan meningkatkan kematian dini
Edgar O. Oviedo-Rondón
Mendeteksi broiler pada berbagai usia dengan model deep learning yang canggih
Lilong Chai
Manajemen jantan breeder untuk performa yang lebih baik
Gabriel Novaes - Veterinarian and Animal Reproduction Specialist at Cobb-Vantress Luciano Keske - Veterinarian and Associate Director of Technical Service at Cobb-Vantress for Latin America and Canada
Zoonosis avian influenza
Gary García-Espinosa
Gelombang panas dan pentingnya lingkungan pada ayam petelur
Alessandra Arno Iran José Oliveira da Silva
Tanin terkondensasi dan mikotoksin pada sorgum genotipe cokelat: Tantangan baru yang harus diatasi dalam produksi unggas
Dr. Marta Jaramillo
Manajemen pemberian pakan pada ayam petelur
H&N Technical Department
BioZyme® mengandalkan AO-Biotics® untuk menyelesaikan misinya
Biozyme Technical Team
Keberlanjutan dalam produksi unggas melalui penggunaan feses unggas yang efisien
Zucami Technical Team
Ringkasan pembelajaran dari Pertemuan Kelompok Penelitian Inkubasi & Fertilitas (IFRG) ke-49
Edgar O. Oviedo-Rondón
Unggas itu baik, orang harus mengetahuinya
Nicolò Cinotti
Kualitas anak ayam – Bagian I
H&N Technical Team
Kemajuan dalam strategi vaksin Salmonella unggas: Menyeimbangkan keamanan dan imunogenisitas
Santiago Uribe-Diaz
Bagaimana nutrisi unggas dapat dioptimalkan untuk mencapai profitabilitas dan keberlanjutan?
Edgar O. Oviedo-Rondón
Program pemberian pakan dengan cahaya sinyal untuk flok breeder
Chance Bryant
Dampak stres kronis dan radang usus pada kesehatan dan kinerja unggas komersial: Bagian II
Guillermo Tellez-Isaias
Antioksidan pada pakan layer
Christine Laganá
Alasan mengapa dunia beralih ke sangkar komunitas
Winfridus Bakker
Dari pengolahan ayam pedaging: Persiapan memberi makan bergizi pada dunia!
Eduardo Cervantes López
Bulu, kipas, dan Fahrenheit: Panduan utama untuk kenyamanan anak ayam!
Udaykumar Mudbakhe
Depresi, kecepatan udara dan jalur udara masuk
Brian Fairchild Michael Czarick
AO-Biotics® EQE, postbiotik baru yang menghasilkan keuntungan ekonomi pada ayam petelur
Biozyme Technical Team
Wawancara Evelien Germeraad
Evelien Germeraad
Probiotik, prebiotik, dan zat fitogenik untuk mengoptimalkan kesehatan usus unggas – Bagian 2
Guillermo Tellez-Isaias Hafez M Hafez Juan D. Latorre Sakine Yalçın
Probiotik, prebiotik dan substansi fitogenik untuk mengoptimalkan kesehatan usus unggas – Bagian 1
Guillermo Tellez-Isaias Hafez M Hafez Juan D. Latorre Sakine Yalçın
Vaksinasi in ovo dengan teknologi Embrex® membantu mendukung respons imun yang lebih awal dan lebih kuat pada anak ayam
Zoetis Technical Team
Ukuran telur
H&N Technical Team
Wawancara dengan Brian Fairchild
Brian Fairchild
Kedelai dengan kadar oleat tinggi dan dampaknya terhadap kualitas telur dan daging unggas
Edgar O. Oviedo-Rondón
Metapneumovirus – epidemiologi dan musim
Edgar O. Oviedo-Rondón
Pengendalian serangga dalam produksi unggas
Gracieli Araujo Specialist in Animal Welfare - Cobb LatCan
Dampak stres kronis dan peradangan usus pada kesehatan dan kinerja unggas komersial: Bagian I
Guillermo Tellez-Isaias
Aplikasi saponin dalam produksi unggas
Ken Bafundo
Parameter kualitas kedelai dan bahan baku protein alternatif dalam nutrisi unggas
Güner GÖVENÇ
Patologi sistem imun dalam diagnosis imunosupresi pada unggas
Nestor Ledesma Martínez
Kesejahteraan hewan dan kecerdasan buatan: kombinasi dari perunggasan masa kini atau masa depan?
Dra. Elein Hernández
Memajukan kesehatan unggas: Peranan analisis prediktif dalam pencegahan penyakit
Talha Siddique
Kepatuhan biosekuriti: Keseimbangan antara budaya, kepribadian, pengalaman, edukasi dan teknologi
Edgar O. Oviedo-Rondón