20 Feb 2026

Peternakan ayam terintegrasi dikembangkan untuk imbangi dominasi perusahaan-perusahaan besar dan bantu para peternak

Pemerintah memutuskan untuk hadir di sektor hulu industri unggas sebagai stabilisator.

Pemerintah Republik Indonesia melalui BPI Danantara memutuskan untuk mengembangkan proyek peternakan ayam terintegrasi demi mengimbangi perusahaan-perusahaan besar yang mendominasi industri ayam dan telur nasional, ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Amran menerangkan bahwa proyek peternakan ayam terintegrasi yang sedang dibangun nantinya akan menyuplai kebutuhan anak ayam umur sehari (day-old chick atau DOC) ke para peternak.

“Pemerintah hadir di sektor hulu industri unggas sebagai stabilisator,” tegasnya.

Sambungnya, pemerintah merasa harus mengambil peran tersebut karena sudah berkali-kali mendapati peternak skala kecil dan menengah kesulitan mendapatkan DOC dengan harga terjangkau.

Akhirnya, rantai industri peternakan ayam dan telur terus mengalami kericuhan, termasuk antara produsen DOC dan peternak sehingga berdampak pada kenaikan harga daging ayam dan telur.

Melihat situasi ini, pemerintah ingin harga DOC bagi peternak, serat harga daging ayam dan telur, dalam kondisi stabil dengan cara mengintervensi sektor hulu rantai produksi dengan membangun fasilitas produksi DOC, vaksin, dan pakan.

“Di hulunya di mana? Yaitu di pakan, vaksin, dan DOC. Tanpa ini tidak mungkin. Sampai kiamat pun kita ribut dengan konsumen dan produsen. Jadi keduanya berteriak,” kata Amran.

Berlanjut setelah iklan.

Menurutnya, keributan itu akan terus terjadi meskipun Indonesia telah mencapai swasembada daging ayam dan telur.

Amran menceritakan, pada satu waktu, ia mendapati peternak menjerit karena produsen menaikkan harga DOC hingga 30%. Ia lalu mengancam para pengusaha produsen DOC untuk menurunkan harga jual DOC dengan ancaman mencabut izin impor.

“Kalau kamu tidak turunkan, aku berhentikan impor DOC kamu,” tuturnya.

BUMN hadir di sektor hulu

Situasi akan berubah jika pemerintah melalui BUMN terlibat dalam rantai produksi daging ayam dan telur di sektor hulu. Sebab, BUMN lebih bisa dikendalikan dibanding pengusaha swasta.

Jajaran direksi perusahaan pelat merah tidak akan berani menentang kebijakan pemerintah dengan menaikkan harga DOC maupun pakan, kata Amran.

Ia pun membenarkan keterlibatan BUMN dalam rantai industri daging ayam dan telur adalah untuk mengimbangi dominasi perusahaan-perusahaan unggas skala besar.

Di kesempatan berbeda, Amran pernah menyebutkan bahwa ada dua perusahaan unggas yang menguasai 70% perputaran uang di industri daging ayam dan telur yang senilai Rp 554 triliun.

Sambungnya, mereka menguasai produksi pakan, pembibitan ayam, hingga produksi daging ayam potong. Ketimpangan di pasar ini membuat para peternak kecil dan menengah sulit bertahan dan kerap dihadapkan pada biaya produksi yang mahal.

Untuk mengimbangi dominasi perusahaan-perusahaan besar tersebut, pemerintah akan membangun 12 fasilitas produksi DOC, vaksin, dan pakan pada tahap awal. Sementara tahap kedua mencakup 30 fasilitas.

PDF

Terkait dengan Pasar
TEMUKAN
agriNews Play - Los podcast del sector ganadero en español
agriCalendar - Kalender acara di dunia peternakanagriCalendar
agrinewsCampus - Kursus pelatihan untuk sektor peternakan