Fast Food Indonesia, pengelola jaringan restoran cepat saji KFC dan Taco Bell di Indonesia, akan mengalokasikan dana sekitar Rp 300 miliar untuk membuka 60 gerai baru di 2026.
Sebagian besar dari gerai-gerai baru yang direncanakan itu adalah gerai KFC.
Direktur Wachjudi Martono mengatakan setiap gerai baru membutuhkan dana sekitar Rp 5 miliar. Pendanaan akan berasal dari internal sebanyak 30% dan sisanya dari kerja sama usaha (revenue sharing).
Wachjudi mengungkapkan bahwa Fast Food Indonesia menargetkan untuk mengoperasikan 1.000 gerai di 2030. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 687 gerai KFC dan 8 gerai Taco Bell.
Karena itu, Fast Food Indonesia akan membuka sekitar 60 gerai beru setiap tahun dalam periode 2026-2030.
Ekspansi akan perbaiki kinerja keuangan
Manajemen Fast Food Indonesia yakin ekspansi yang agresif akan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.
Tahun ini, perusahaan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 4,8 triliun. Sampai dengan September 2025, pendapatan perusahaan baru mencapai Rp 3,56 triliun.
Meskipun mengalami kerugian sebesar Rp 239 miliar hingga September 2025, Wachjudi optimis Fast Food Indonesia akan kembali mencetak laba bersih.
“Di dalam perhitungan kami, perusahaan akan bukukan laba di 2026,” katanya.