Saham Japfa Comfeed Indonesia dan Charoen Pokphand Indonesia (CPI) memiliki prospek yang cerah di tahun kuda api 2026 bagi para investor, menurut Imam Gunadi, Equity Analyst di Indo Premier Sekuritas.
Untuk saham Japfa, ia menilai, ruang kenaikan perusahaan ini masih terbuka, terutama jika siklus harga ayam tetap kuat pada semester pertama 2026 dan biaya input terkendali.
Dengan valuasi Japfa yang masih berada di bawah rata-rata historis, katalis pendapatan tambahan dapat mendorong ekspansi rasio P/E (price to earnings) lebih lanjut.
Sementara itu untuk saham CPI, menurut Imam, perusahaan ini berpotensi lebih baik kinerjanya dalam jangka menengah, karena profil kas yang terus menguat, margin yang makin ekspansif, serta risiko operasional yang lebih rendah.
“Investor yang mencari momentum jangka pendek cenderung memilih Japfa, sementara investor yang mengejar stabilitas dan kualitas fundamental kemungkinan akan beralih ke CPI sebagai pengakumulasi keuntungan di 2026,” terangnya.
Investor untung sejak awal 2025
Sejak awal 2025, para investor pemegang saham Japfa dan CPI sudah memperoleh keuntungan. Bedanya, kenaikan harga saham Japfa sejak awal tahun ini jauh melampaui CPI.
Melihat aspek fundamental, kedua perusahaan unggas terintegrasi tersebut sebenarnya sama-sama menorehkan kinerja keuangan yang solid.
Imam menjelaskan, perbedaan kinerja saham dipengaruhi terutama oleh persepsi pasar terhadap valuasi dan kecepatan pemulihan pendapatan masing-masing perusahaan.
“Japfa yang naik hampir 40% YTD diperdagangkan pada forward P/E hanya 8-9 kali, jauh di bawah CPI yang berada di kisaran 15 kali, sehingga investor lebih responsif terhadap momentum pemulihan laba yang eksplosif di kuartal III-2025,” terangnya.
Faktor pembeda berikutnya ialah volatilitas laba Japfa yang lebih tinggi membuatnya lebih sensitif terhadap siklus pemulihan harga ayam, sehingga re-rating pasar terjadi lebih cepat.
Sebaliknya, CPI yang dikenal sebagai quality defensive leader cenderung diperlakukan pasar sebagai saham stabil dengan valuasi premium, sehingga kenaikan harga sahamnya lebih gradual.