26 Sep 2025

Pemerintah mulai intervensi harga jagung lewat bantuan SPHP jagung

Bantuan jagung ini tersedia 52.400 ton dan siap didistribusikan ke para peternak mandiri dan peternak rakyat.

Pemerintah telah resmi memulai intervensi harga jagung di tingkat peternak mulai pekan ini. Intervensi harga jagung ini dilakukan melalui operasi pasar dengan meluncurkan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bantuan SPHP jagung sudah siap didistribusikan kepada peternak sebanyak 52.400 ton.

“Mulai hari ini [24/9/2025], bantuan jagung ini tersedia 52.400 ton dan siap didistribusikan ke para peternak,” kata Arief saat konferensi pers.

Anggaran Rp 78 miliar untuk distribusi

Ia menambahkan bahwa Bapanas juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 78 miliar untuk penyaluran SPHP jagung ini kepada para peternak, terutama peternak mandiri dan peternak rakyat.

“Anggaran sudah disiapkan Bapanas. Jadi untuk para peternak mandiri dan peternak rakyat tidak perlu khawatir karena distribusi jagung ini menjadi prioritas kami sampai dengan akhir tahun ini,” katanya.

Harga dipatok Rp 5.500 per kg

Berlanjut setelah iklan.

Para peternak dapat membeli SPHP jagung ini langsung dari Perum Bulog dengan harga Rp 5.500 per kg. Harga ini sudah disetujui oleh para peternak karena mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Bapanas menyiapkan skema harga acuan SPHP jagung tersebut sedemikian rupa sehingga petani bisa menerima. Di dalamnya ada komponen ongkos kirim, pengiriman dan lain-lain, ini semua ditanggung pemerintah,” jelas Arief.

Menurut Bapanas, SPHP jagung akan disalurkan kepada 2.109 peternak mandiri skala mikro kecil dan menengah, yang sudah diverifikasi bersama Kementerian Pertanian dan Bulog.

Total penerima SPHP jagung ini tersebar di 16 provinsi, mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Skema ini diharapkan mampu menekan gejolak harga pakan yang berimbas pada harga daging ayam dan harga telur.

Para peternak dapat langsung membeli jagung tersebut melalui Perum Bulog. Penyaluran SPHP tersebut berlangsung pada September hingga awal Desember 2025.

“Dilakukan sampai dengan awal Desember, karena kami punya mekanisme untuk peninjauan dan mekanisme akhir tahun. Hal ini juga karena terkait pertanggung jawaban keuangan,” kata Arief.

Stok jagung di gudang Bulog

Stok jagung di gudang Bulog saat ini mencapai 70.000 ton. Dengan adanya pendistribusian jagung ke para peternak mandiri dan peternak rakyat untuk pakan ternak sebanyak 52.400 ton, maka stoknya masih tersedia sebanyak 17.600 ton.

PDF

Terkait dengan Bahan baku
TEMUKAN
agriNews Play - Los podcast del sector ganadero en español
agriCalendar - Kalender acara di dunia peternakanagriCalendar
agrinewsCampus - Kursus pelatihan untuk sektor peternakan