Pasokan telur ayam ras dalam status aman dan mencukupi hingga Lebaran 2026 berkat ada surplus produksi dalam negeri yang besar, menurut data proyeksi Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Sementara fluktuasi harga yang terjadi lebih bersifat musiman, bukan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengaruh MBG terhadap kebutuhan konsumsi telur ayam ras di tahun ini masih belum signifikan.
“Stok telur ayam ras kita secara nasional banyak. Intinya sangat memenuhi kebutuhan nasional hingga melewati Ramadhan. Intinya kita tidak ada masalah pasokan kalau telur ayam ras,” ungkap I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan di Bapanas.
“Kalau saya melihat program MBG, pengaruhnya ada tapi sedikit. Saat Natal dan Tahun Baru, ada kenaikan permintaan telur ayam ras.”
Kebutuhan nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri
Menurut data Proyeksi Neraca Pangan Nasional, kebutuhan nasional telur ayam ras, termasuk untuk kebutuhan untuk program MBG, sepenuhnya dapat dipasok dari dalam negeri. Dari total kebutuhan konsumsi nasional, porsi kebutuhan program MBG masih belum begitu besar.
Stok akhir tahun 2025 untuk telur ayam ras secara nasional pun meningkat pesat dibandingkan stok akhir tahun sebelumnya.
Pemerintah terus pantau perkembangan harga
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga telur ayam ras. Harga telur ayam ras yang diminati masyarakat perlu berada sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang telah ditetapkan pemerintah di Rp 30.000 per kg.
“Secara prinsip kami sudah sering rapat dengan para peternak ayam petelur. Mereka komitmen tetap di kisaran harga Rp 22.000-25.000 per kg di level peternak. Artinya, pedagang mestinya masih bisa menjual dengan angka Rp 30.000 per kg,” kata Ketut.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan oleh Bapanas, rata-rata harga telur ayam ras di tingkat konsumen secara nasional mulai sedikit ada depresiasi dalam seminggu terakhir. Pengawasan akan diintensifkan pemerintah agar harga telur bagi masyarakat dapat mengarah ke level harga yang wajar.
Per 24 Desember 2025, rata-rata harga berada di Rp 31.595 per kg. Ini mulai ada penurunan dari seminggu sebelumnya Rp 31.671 per kg dan dibandingkan sehari sebelumnya Rp 31.669 per kg.
Sementara provinsi yang memiliki rata-rata harga telur ayam ras paling rendah di tanggal tersebut adalah Bali Rp 27.635 per kg atau sekitar 7,8% lebih rendah dari HAP.
Adapun rata-rata harga telur ayam ras secara nasional melebihi HAP tingkat konsumen mulai terjadi di Oktober 2025. Saat itu rata-rata harga bulanan telur ayam ras berada di Rp 30.436 per kg. Untuk diketahui, sejak Januari 2025 rata-rata harga telur ayam ras yang dicatat Bapanas selalu berada di bawah HAP.
Andi Amran Sulaiman, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, telah memberi arahan agar jajarannya tidak boleh lengah dalam memantau dinamika harga pangan pokok telur strategis. Telur ayam ras juga menjadi sorotannya karena stok nasional mencukupi.
“Pasokan telur lebih dari cukup, tetapi kita tidak boleh lengah,” kata Amran.